Laporan Wartawan WARTAKOTALIVE.COM, ARIE PUJI WALUYO
TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA- Grup band Radja sempat menggelar konser di Malaysia bersama Wali pada awal tahun 2026.
Namun, muncul kabar bahwa Band Radja mendapatkan intimidasi atau diduga ancaman pembunuhan saat konser di Malaysia bersama Wali.
Ian Kasela, vokalis Band Radja, membantah adanya ancaman pembunuhan saat konser di Malaysia.
Ian mengatakan masalah yang terjadi dalam konser di Malaysia muncul karena penonton tidak puas dengan penampil yang satu panggung dengan Band Radja.
Menurutnya, promotor acara mendadak memotong durasi tampil pengisi acara tersebut sehingga penonton merasa kecewa.
"Konser itu dicut, itu doang sih. Tapi bukan di Radja. Radja sih mereka sudah sangat terpuaskan. Radja sudah menunaikan kewajibannya," ucapnya.
Ian menegaskan Band Radja sangat menikmati penampilan mereka saat konser di Malaysia. Mereka mengklaim tampil sempurna di depan ribuan warga Malaysia.
"Gua juga gini ya, karena kita tuh musik itu sudah menjadi darah daging, kita kalau sudah di panggung tuh udah keasyikan, gitu. Udah enak aja menghibur mereka, apalagi energi yang mereka berikan juga bagus ke kita. Akhirnya jadi nyambunglah, relatelah," jelasnya.
Ian mengaku tidak mengetahui teknis acara yang membuat penonton kecewa karena durasi manggung grup musik yang tampil bersama Band Radja dipotong. Menurutnya, hal tersebut merupakan kewenangan promotor.
Ian mengatakan dirinya bersama Moldy hanya menjalankan pekerjaannya secara profesional.
"Yang pasti kita kan di situ sangat bertanggung jawab, kita dibayar mahal, kita juga harus memuaskan audiens yang hadir, ya sudah kita lakukan tanggung jawab itu," terangnya.
"Pas udah balik ke Indonesia baru tuh lihat, baca. Cobalah gua bangun komunikasi dengan EO-nya. Ya mereka pun minta maaf, artinya memang ya ada miss lah. Cuman bukan di Radja-nya gitu," tambahnya.
Senada dengan sang vokalis, gitaris Radja, Moldy, juga menegaskan bahwa dari segi profesionalitas dan alokasi waktu tampil, bandnya sudah memenuhi seluruh poin kesepakatan dalam kontrak kerja secara sempurna.
Moldy menyebut kekecewaan penonton dipicu oleh insiden pemotongan waktu pada penampilan pengisi acara berikutnya setelah Radja selesai tampil.
"Secara Radja-nya, perform, waktu dan lain-lain sesuai, profesional. Cuman di band selanjutnya setelah Radja, mereka nggak puas. Itu... itu di luar wilayahnya Radja," ujar Moldy.
"Nah yang setelahnya ini yang bermasalah, dicut tempat dan lain-lain itu nggak ada hubungan sama kita," sambungnya. (Ari)