TRIBUNNEWS.COM - Saputra Kori baru-baru ini mengungkapkan pencapaiannya berkecimpung di dunia konten kreator.
Sebelum dikenal sebagai aktor dalam sejumlah film, Saputra Kori terlebih dahulu memulai karier sebagai konten kreator di TikTok dan YouTube.
Lewat kontennya, pemuda asal Bali ini menampilkan sebuah cerita dengan memerankan sejumlah tokoh.
Baru memulai membuat konten sekitar tahun 2020, kini Kori, sapaan akrabnya, mulai bisa merasakan keuntungan yang ia dapat dari hasil konten.
Ia mengaku kini sudah memiliki kos-kosan 30 pintu yang didapatnya dari hasil konten.
"Ada kos-kosan aku di Bali. Bapak kos. 30 (pintu). Dari konten semuanya," ujar Kori, di kantor Tribun Network, kawasan Palmerah, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026 lalu.
Kori menyebut, tak bisa meninggalkan dunia konten kreator lantaran banyak pihak yang menggantungkan hidup dari pekerjaannya itu.
"Karena kan saya tahu pekerjaan ini untuk menghidupi banyak orang," aku Kori.
Dia mengaku, rela melepas pekerjaannya sebagai konten kreator dan fokus sebagai aktor jika tidak ada tim yang bergantung padanya.
"Kalau misalnya aku sendiri ya mungkin udah aku lepas kontennya dari lama karena susah banget. Makanya kadang punya tim juga benefitnya aku tahu bahwa aku harus tetep ngonten buat kerja gitu," jelasnya.
"Enggak bisa ngandelin film aja, karena kalau untuk masuk ke film tuh susah. Belum tentu setahun dapet film," lanjut pemeran di Film Cek Khodam itu.
Baca juga: Saputra Kori Cerita Momen Pertama Kali Sadar Punya Banyak Fans, Terharu Disambut di Medan
Untuk terus melanjutkan pekerjaannya sebagai konten kreator, Kori rela menyewa sebuah apartemen besar dan memboyong timnya ke Jakarta di sela-sela syuting film.
"Gue kalau sekarang main film, misalnya syuting, kita pasti bawa green screen dari rumah karena YouTube aku kan green screen. Jadi aku sewa apartemen gede banget ukurannya, supaya ada living room besar. Di situ aku pasang green screen untuk syuting," paparnya.
"Aku bawa tim produksi aku juga terbang ke Jakarta untuk syuting gitu," lanjut pria 23 tahun itu.
Di momen itu, Saputra Kori juga mengaku pernah ada di titik kebingungan saat kali pertama menerima endorse.
Apalagi, saat itu ia masih duduk di bangku sekolah dan belum memahami sistem endorsement.
"Aku enggak tahu bahwa TikTok itu bisa menghasilkan endorse, dan endorse itu apa aku enggak tahu," jelasnya, dikutip Senin (27/7/2026).
"Ngonten aja. Ngonten aja dulu enggak sampai sebulan tiba-tiba ada yang ngajuin gitu," kenangnya.
Saat itu, sulung dari tiga bersaudara tersebut ditawari untuk mempromosikan sebuah akun premium di Storynya.
"Pertama ada kayak akun premium gitu. Dia bilang kayak gini, 'Aku mau dong dipasang di story'. Nah, aku pikirnya kayak, oh ya udah sini mana gue post. Terus dia nanya, 'Berapa harganya?' Hah? emang ini ada harganya gitu. Maksudnya, kayak cuma story doang ada harganya. Sepolos itu dulu," tutur pemain Film Cek Khodam ini.
Ia pun memilih menanyakan hal tersebut kepada temannya.
"Akhirnya aku kan enggak tahu harga kan, nanya sama dia. Aku kasih Rp25 ribu. Followers-nya udah ada 100ribu di Instagram," ucapnya sembari tertawa.
"Pantes rame ya waktu itu endorsean gue apa karena Rp25 ribu. Terus langsung deal, langsung ditransfer sama dia," selorohnya.
(Tribunnews.com/ Salma)