TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Bupati Maros Chaidir Syam dan Wakilnya Muetazim Mansyur dijadwalkan mengikuti sejumlah rangkaian penyambutan tim asesor dari UNESCO Global Geopark, Selasa (28/7/2026).
Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur lebih dulu menyambut kunjungan asesor di SDN 2 Maros pada pukul 08.10 Wita.
Selanjutnya, pukul 08.55 Wita, Muetazim bersama Bupati Chaidir Syam dijadwalkan menuju Sekretariat Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep di Jalan Sultan Hasanuddin, Maros.
Bupati Chaidir Syam kemudian mengikuti agenda penguatan regulasi terkait kebijakan pendidikan bersama Dewan Pendidikan di Ruang Marusu pada pukul 09.00 Wita.
Kunjungan tim aseseor dalam rangka revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Dua tim asesor, Soojae Lee dari Korea Selatan dan Xiaoping Qiu dari China.
Sebelumnya Maros-Pangkep ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark, tahun 2023.
Penetapan melalui keputusan Dewan Eksekutif UNESCO pada Mei 2023 dan diumumkan sebagai salah satu geopark baru dalam jaringan UNESCO Global Geoparks.
Geopark Maros-Pangkep berada di wilayah Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep.
Kawasan ini memiliki kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta warisan budaya yang menjadi bagian penting dari nilai geopark.
Salah satu daya tarik utamanya adalah kawasan karst Maros-Pangkep yang dikenal memiliki bentang alam menara karst spektakuler dan ratusan gua.
Kawasan geopark juga mencakup sejumlah wilayah penting seperti Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung di daratan serta kawasan wisata perairan Kapoposang dan konservasi laut Liukang Tupabbiring.
Selain menjaga warisan geologi dan alam, konsep UNESCO Global Geopark juga mendorong pelestarian budaya, pendidikan, pariwisata berkelanjutan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan.
Karena itu, revalidasi menjadi bagian penting untuk memastikan pengelolaan dan pengembangan Geopark Maros-Pangkep tetap memenuhi standar yang ditetapkan UNESCO.
Wabup Damping Asesor ke Geopark Maros-Pangkep
Wakil Bupati Muetazim Mansyur akan mendampingi rangkaian kunjungan asesor ke sejumlah situs yang menjadi bagian dari Geopark Maros-Pangkep.
Kunjungan tersebut meliputi Biosite Hutan Karaengta pada pukul 09.55 Wita.
Selanjutnya rombongan mengunjungi penangkaran kupu-kupu pada pukul 10.55 Wita, serta Geosite Air Terjun Bantimurung pada pukul 11.35 Wita.
Setelah itu, rombongan dijadwalkan makan siang di Rumah Makan Sinar Alam Soppeng pada pukul 12.40 Wita.
Rangkaian kunjungan dilanjutkan ke Cultural Site Leang-Leang di Taman Arkeologi Leang-Leang pada pukul 13.55 Wita.
Pada sore hari, rombongan menuju Dermaga 1 Rammang-Rammang sebelum mengikuti agenda makan malam dan atraksi budaya di Dermaga 2 Rammang-Rammang pada pukul 18.30 Wita.
Sebelumnya, aspek kebersihan menjadi salah satu perhatian utama dalam persiapan revalidasi.
Hal itu berdasarkan hasil peninjauan tim dari Bappenas beberapa waktu lalu.
“Tim Bappenas menemukan masih adanya tumpukan sampah di sepanjang jalur dari kawasan Bantimurung menuju Karaenta, serta beberapa fasilitas toilet di kawasan karst Rammang-Rammang yang belum berfungsi optimal,” terangnya.
Selain kebersihan, kondisi sejumlah fasilitas wisata juga menjadi perhatian.
Salah satunya Dermaga 2 di kawasan Rammang-Rammang yang dinilai perlu segera dibenahi sebelum proses penilaian berlangsung.
Muetazim mengatakan, Pemkab Maros akan mengerahkan sejumlah instansi untuk melakukan aksi bersih-bersih secara besar-besaran sejak Kamis (23/7/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan aparatur sipil negara (ASN).
Namun, juga melibatkan personel Kostrad Yonif 433, Gudang Pusat Penyimpanan Amunisi, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, pemerintah kecamatan, hingga masyarakat.
“Kegiatan ini tidak hanya melibatkan ASN, tapi juga melibatkan berbagai unsur, di antaranya personel Kostrad Yonif 433, Gudang Pusat Penyimpanan Amunisi, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, pemerintah kecamatan, hingga masyarakat,” ujarnya.
Ia menuturkan, pembenahan akan difokuskan pada sejumlah jalur yang menjadi lokasi kunjungan tim asesor UNESCO.
Diantaranya kawasan Pattunuang, Karaenta, Taman Wisata Alam Bantimurung, hingga kawasan Rammang-Rammang.
Termasuk Dermaga 1, Dermaga 2, Dermaga 3, serta jalur susur Sungai Rammang-Rammang.
“Semua lokasi yang menjadi titik kunjungan asesor akan kita benahi. Mulai dari kebersihan kawasan, fasilitas umum, hingga akses menuju geosite agar memberikan kesan yang baik,” ujarnya.
Mantan Kadis PU itu menjelaskan, tim asesor UNESCO tiba di Makassar sehari sebelumnya, Senin (27/7/2026) kemarin.
Tim tersebut selanjutnya diterima Gubernur Sulawesi Selatan pada sore hari.
Kemudian, hari ini, Selasq (28/7/2026) tim asesor akan memulai rangkaian penilaian di Kabupaten Maros.
Setelah itu, tim akan melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Pangkep pada Rabu (29/7/2026) besok.
Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan pihaknya optimistis seluruh catatan yang diberikan dapat diselesaikan tepat waktu.
Ia berharap Geopark Maros-Pangkep dapat mempertahankan statusnya sebagai UNESCO Global Geopark.
“Insya Allah seluruh rekomendasi bisa kita tuntaskan sebelum asesor turun. Kita akan siap menyambut kedatangan tim asesor UNESCO,” imbuhnya. (*)