SRIPOKU.COM - Beredar narasi yang mengklaim ajudan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, tewas akibat ditembak oleh orang tak dikenal.
Bahkan disebutkan jasad ajudan tersebut belum ditemukan atau menghilang secara misterius.
Kabar tersebut dengan cepat menyebar dan memicu beragam spekulasi di kalangan warganet.
Salah satu unggahan yang ramai diperbincangkan berasal dari akun Instagram bernama @kementerian_kurangajar.
Dalam unggahannya, akun tersebut menyampaikan klaim mengenai dugaan kematian ajudan Febrie tanpa menyertakan sumber yang jelas.
“INFO A77, SETELAH PENJAGA RUMAHNYA FEBRIE TEWAS SECARA MISTERIUS. KONON AJUDANNYA FEBRIE DIDUGA TEWAS DITEMBAK OLEH ORANG MISTERIUS SAMPAI SEKARANG BELUM DITEMUKAN JASADNYA HILANG BEGITU AJA,” demikian dikutip dari akun tersebut, Selasa, 28 Juli 2026.
Narasi tersebut kemudian menjadi perhatian publik karena memuat tudingan serius terkait dugaan tindak kekerasan.
Namun hingga saat ini, informasi yang beredar di media sosial itu belum disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Unggahan tersebut juga tidak mencantumkan identitas korban, kronologi kejadian, maupun keterangan dari pihak berwenang.
Ketiadaan data pendukung membuat kebenaran klaim tersebut belum dapat dipastikan.
Belum ada dokumen, foto, ataupun pernyataan resmi yang menguatkan narasi yang beredar tersebut.
Karena itu, informasi tersebut masih sebatas klaim yang beredar di media sosial.
Publik diimbau tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Setiap kabar yang beredar sebaiknya dipastikan terlebih dahulu melalui sumber resmi dan kredibel.
Hingga Selasa, 28 Juli 2026, belum terdapat bukti maupun informasi pendukung yang dapat memverifikasi klaim mengenai dugaan tewasnya ajudan Febrie Adriansyah tersebut.
Lalu, bagaimana faktanya?
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Budi Hermanto, mengatakan bahwa informasi itu tidak benar.
“Sejauh ini kami sudah mengonfirmasi dengan Kasat Reskrim Jakarta Selatan, itu adalah hoaks,” kata Budi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (27/7/2026).
Budi mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi yang beredar, khususnya di media sosial.
“Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tutur Budi.
Informasi ini beredar setelah seorang pria bernama Sutrimo, diduga sebagai kepala rumah tangga (karumga) Febrie Adriansyah, ditemukan tewas di sebuah klinik di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026) pagi.
Dalam foto yang beredar, Sutrimo ditemukan dalam kondisi mulut berbusa.
Dia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring. Di sana, dokter menyatakan Sutrimo sudah meninggal (death on arrival).
Namun, menurut dokter, saat itu tak ada busa yang ditemukan pada mulut Sutrimo.
Jasadnya kemudian dibersihkan lalu diserahkan kepada orang yang mengantar untuk selanjutnya dibawa ke keluarganya di Banyumas untuk dimakamkan.
Belum diketahui secara pasti penyebab kematian Sutrimo.
Sebab tak ada pemeriksaan lebih lanjut yang dilakukan.
Budi mengatakan, pihak kepolisian masih mempertimbangkan ekshumasi atau menggali kembali kuburan untuk kepentingan identifikasi.
"Ekshumasi itu dilakukan nanti apabila untuk menentukan, kita mencari tahu akibat kematian seseorang. Nah, ini kan ada tahapan-tahapan. Maka tahapannya nanti itu sudah tahap akhir, nanti akan dilakukan ekshumasi," tutur Budi kepada wartawan di wilayah Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).
Korban kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring, tetapi dinyatakan telah meninggal saat tiba di rumah sakit.
Ia belum bisa menyebut secara pasti penyebab tewasnya Sutrimo.
Ia juga belum dapat memastikan apakah Sutrimo tewas dibunuh atau tidak.
Polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak, mulai dari keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, hingga pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.
Selain itu, polisi juga mendalami rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal korban ditemukan, serta informasi lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar di grup wartawan dan media sosial, Sutrimo merupakan kepala rumah tangga (karumga) di rumah dinas eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Budi menyatakan penyidik masih mendalaminya.
"Masih didalami," ucap dia.