Mantan penyerang Tottenham, Vincent Janssen, akhirnya akan mewujudkan ambisi karier yang sudah lama ia impikan dengan merapat ke Major League Soccer. Internasional Belanda itu telah mencapai kesepakatan untuk meninggalkan Royal Antwerp, mengakhiri masa produktifnya di Belgia demi menyeberang ke Amerika Serikat.
Portland Timbers mengamankan pemain senior asal Belanda
Janssen akan berangkat ke Amerika Serikat untuk membuka babak besar berikutnya dalam perjalanan sepak bolanya yang berpindah-pindah. Menurut Voetbal International, penyerang berpengalaman itu telah menyepakati syarat pribadi dengan Portland Timbers. Klub MLS tersebut bergerak cepat dengan menawarkan paket struktur yang jelas dan sepenuhnya selaras dengan rencana jangka panjang sang pemain di luar lapangan.
Keputusan untuk berkemas menuju Pacific Northwest itu diambil meski Royal Antwerp telah berupaya keras mempertahankan pusat serangan mereka di Belgia. Namun, Janssen menolak tawaran tersebut dan memilih menutup lembaran atas empat musim produktifnya di Liga Pro Belgia demi peluang baru di Amerika.
Mimpi pribadi di Amerika Utara akhirnya terwujud
Bagi penyerang tengah berusia 32 tahun itu, kepindahan ke MLS merupakan perwujudan tujuan keluarga yang sangat personal, bukan sekadar perpindahan demi uang. Janssen, yang istrinya berdarah Meksiko-Amerika, selama beberapa musim terakhir secara terbuka menyampaikan keinginannya yang kuat untuk membawa keluarganya pindah ke Amerika Serikat sebelum memasuki masa akhir kariernya.
Rencana keluarga jangka panjangnya memang selalu berpusat pada upaya menetap secara permanen dan seumur hidup di Amerika Utara setelah sepatu profesionalnya digantung. Dengan memilih pindah ke Portland, Janssen berhasil menyelaraskan waktu karier kompetitifnya dengan aspirasi domestik keluarganya.
Merenungkan masa produktif di Belgia
Periode Janssen di Tottenham berjalan sulit, dengan sang striker hanya mampu mencetak enam gol dalam 42 penampilan di bawah asuhan Mauricio Pochettino sebelum akhirnya pergi. Namun, kebangkitannya setelah meninggalkan Liga Primer sama sekali tidak biasa. Mantan bintang muda AZ itu meninggalkan Royal Antwerp dengan warisan domestik yang sangat elite, setelah sepenuhnya memulihkan reputasinya sebagai penyerang nomor sembilan yang kejam dan menjadi titik tumpu serangan.
Selama empat musim yang sangat konsisten bersama klub Belgia tersebut, Janssen mencatat 173 penampilan, mencetak 64 gol, dan memberikan 27 assist di semua kompetisi. Kemampuan menahan bola serta penyelesaian akhir yang andal sangat penting dalam membawa Antwerp meraih sukses domestik, membantu klub menjuarai liga dan Piala Belgia sebagai bagian dari raihan ganda domestik yang bersejarah, sekaligus tampil untuk pertama kalinya di fase grup Liga Champions UEFA.
MENIKMATI CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak laporan kami
Portland menambah pengalaman yang sudah terbukti
Pelatih asal Spanyol, Martí Cifuentes, bertumpu pada kekayaan pengalaman Janssen di berbagai kompetisi di seluruh dunia. Pelatih Portland itu juga sadar betul bahwa rekrutan barunya bukan sosok asing bagi sepak bola Amerika Utara, setelah sebelumnya menghabiskan tiga musim bersama klub Meksiko Monterrey, tempat ia membukukan 24 gol dan 5 assist dalam 92 penampilan di semua kompetisi.
Masa di Meksiko itu juga terbukti sangat sukses dari sisi trofi, dengan Janssen meraih tiga gelar utama selama berada di klub tersebut: gelar Liga Champions CONCACAF, gelar Apertura Meksiko, dan trofi Piala Meksiko.