TRIBUNJAKARTA.COM - Dua aksi demonstrasi dari kalangan serikat pekerja dan warga dijadwalkan berlangsung di dua titik di wilayah Jakarta Pusat pada Selasa (28/7/2026).
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan, aksi unjuk rasa pertama akan digelar oleh Pengurus Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Provinsi Jawa Barat di depan Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.
"Aksi unjuk rasa pertama dari Pengurus Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Provinsi Jawa Barat. Titik aksinya di Kemendagri RI," kata Erlyn dalam keterangan tertulisnya, Selasa.
Aksi tersebut dijadwalkan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.
Sementara itu, aksi kedua akan berlangsung di kawasan Gambir atau sekitar Jalan Medan Merdeka Barat.
Unjuk rasa ini kembali digelar oleh Forum Komunikasi Warga Kwini 8 Bersatu bersama sejumlah elemen masyarakat yang menolak relokasi oleh Kodam Jaya untuk pembangunan Rumah Susun (Rusun) Prajurit TNI AD.
"Aksi unjuk rasa di titik kedua akan digelar oleh Forum Komunikasi Warga Kwini 8 Bersatu dan beberapa elemen massa di wilayah Gambir," jelas Erlyn.
Menurut Erlyn, aksi di kawasan Medan Merdeka Barat dijadwalkan dimulai sekitar pukul 12.00 WIB.
Untuk mengamankan jalannya demonstrasi, sebanyak 1.539 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran dikerahkan.
"Sebanyak 1.539 personel gabungan kepolisian dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran disiagakan secara penuh untuk melakukan pengamanan aksi unjuk rasa, dibantu oleh tim Yan Unras (Pelayanan Unjuk Rasa) wilayah Jakarta Pusat lainnya," tutur Erlyn.
Apel gelar pasukan pengamanan dilakukan secara bertahap di masing-masing lokasi, yakni pada pukul 08.00 WIB dan 11.00 WIB.
Kepolisian juga akan memberlakukan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar lokasi aksi, menyesuaikan dinamika dan jumlah massa di lapangan.
Karena itu, masyarakat yang akan melintas di sekitar kawasan unjuk rasa diimbau mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan beraktivitas melintasi kawasan tersebut untuk berhati-hati dan mencari rute alternatif untuk menghindari kemacetan selama aksi berlangsung," tutup Erlyn.
Sumber: Kompas.com