BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Pencarian Christina Lindasari (43), penumpang kapal Roro KMP Bahtera Nusantara 03 diduga terjatuh ke laut di perairan Bintan, memasuki hari ke tujuh.
Hingga Selasa (28/7/2026), upaya pencarian oleh tim gabungan belum membuahkan hasil.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Tanjungpinang, Eryk Subariyanto, menyampaikan tim akan memaksimalkan pencarian hingga sore ini.
"Jika sampai sore ini tidak ditemukan, kita akhiri operasi. Kami sudah menyebarluaskan informasi ini ke nelayan dan kapal di laut," kata Eryk.
Pihaknya juga tetap siaga dan tetap memantau perkembangan selanjutnya.
"Bagi siapa saja yang menemukan hal mencurigakan di laut, mohon bantu informasikan kepada tim SAR Tanjungpinang," ujarnya berpesan.
Ia menyampaikan, saat ini pencarian dioptimalkan dengan broadcast dan koordinasi dengan unsur PosAL, Polairud Polres Bintan, KSOP Kijang, KSOP Punggur, PPLP Tanjunguban, dan nelayan di perairan Tanjunguban -Punggur - Lobam - Pangkil - Mantang - Telan - Numbing dan sekitarnya.
Eryk mengatakan, pihaknya tetap mewaspadai adanya peringatan dini BMKG soal kondisi cuaca hari ini.
Selang enam jam kemudian, sekitar pukul 05.00 WIB pada Rabu (22/7/2026), anak korban menyadari ibunya sudah tidak berada di atas kapal.
"Kami mulai melakukan pencarian sejak Rabu malam hingga siang ini belum membuahkan hasil," kata Eryk, Kamis (23/7/2026).
Pencarian berfokus pada perairan rute kapal Bahtera Nusantara 03 dari Tanjunguban ke Tambelan.
"Kami turunkan satu kapal RB 209 dan 22 personel untuk mencari korban," ujarnya.
Ia menyampaikan, pencarian dimaksimalkan hingga menjelang malam.
Jika belum membuahkan hasil, akan dilanjutkan besok pagi.
Info dari lapangan cuaca saat ini kurang bersahabat. Tentu ini menghambat proses pencarian.
"Gelombang laut mencapai 1,5 meter," ujarnya.
Ia mengaku saat ini sedang musim angin Selatan, sehingga pihaknya tetap waspada dengan cuaca ini.
Sementara itu Camat Tambelan, Asmawi mengatakan, sesuai KTP korban merupakan warga Tanjungpinang.
"Korban selama ini memang sering ke Tambelan, yang saya tahu cuma, dia ke sini cuma urusan keluarga," kata Asmawi.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti terkait insiden tersebut.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam, Reno Yulianto menyampaikan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas laporan mengenai seorang penumpang yang diduga hilang dalam pelayaran KMP Bahtera Nusantara 03 pada lintasan Tanjunguban ke Tambelan.
"ASDP turut merasakan duka dan kecemasan yang dialami keluarga penumpang, serta berharap proses pencarian dapat segera membuahkan hasil," katanya.
Berdasarkan informasi yang diterima dari nakhoda, laporan mengenai penumpang yang tidak berada di dalam kapal disampaikan oleh pihak keluarga pada pukul 07.00 waktu setempat, saat kapal sedang berlayar menuju Pelabuhan Tambelan.
Segera setelah menerima laporan tersebut, nakhoda bersama seluruh awak kapal melakukan upaya pencarian menyeluruh di setiap area kapal, disertai pengumuman melalui sistem pengeras suara (public address) dan penelusuran rekaman CCTv.
Setibanya di Pelabuhan Tambelan, pencarian kembali dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan keberadaan penumpang, namun hingga saat ini yang bersangkutan belum berhasil ditemukan.
Sebagai bagian dari respons awal, nakhoda juga melakukan pencarian di sekitar jalur pelayaran sebelum melanjutkan perjalanan sesuai prosedur yang berlaku. Saat ini, proses pencarian terus dilakukan secara terkoordinasi bersama Basarnas dan instansi terkait.
ASDP berkomitmen untuk terus mendukung seluruh proses penanganan kejadian melalui koordinasi intensif dengan operator kapal, nakhoda, dan seluruh pemangku kepentingan.
ASDP juga akan terus mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan, serta menyampaikan perkembangan informasi secara berkala sesuai hasil yang telah terverifikasi. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)