SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Hamparan lahan gambut dan semak belukar yang mengering berubah menjadi kobaran api hingga membuat tim satgas gabungan harus berjibaku melakukan pemadaman di tengah kepungan asap tebal dan angin kencang.
Karhutla tercatat terjadi di lima kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Sungai Menang, Mesuji Raya, Tanjung Lubuk, Cengal, dan Kayuagung.
Kondisi cuaca yang kering ditambah hembusan angin kencang membuat api cepat menjalar dan memperluas area yang terbakar.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Nova Triyussanto, mengatakan kondisi angin yang cukup kencang membuat penanganan Karhutla menjadi lebih berat.
"Sejak kemarin lima kecamatan lokasi Karhutla terjadi angin cukup kencang sehingga lahan yang terbakar menjadi lebih luas," ujar Nova, Selasa (28/7/2026).
Berdasarkan pantauan udara Satgas Karhutla, sejumlah titik api langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan tim gabungan ke lokasi.
"Khusus hari ini saja terdapat empat lokasi Karhutla yang sedang dalam penanganan intensif. Salah satunya di Kecamatan Cengal yang luasannya mencapai sekitar empat hektare," jelasnya.
Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI dan BPBD OKI harus membagi wilayah kerja agar proses pemadaman berjalan lebih cepat.
Saat ini, fokus pemadaman dilakukan di kawasan Sepucuk, Kecamatan Kayuagung, serta wilayah Kecamatan Tanjung Lubuk.
Di lapangan, petugas menghadapi medan yang cukup sulit karena sebagian besar lokasi merupakan lahan gambut yang mudah terbakar.
Petugas mengandalkan berbagai peralatan pemadaman serta sumber air dari kanal-kanal yang berada di sekitar area kebakaran.
Nova menyebut berdasarkan pemantauan udara, jumlah titik panas masih cukup banyak ditemukan.
"Di Kecamatan Cengal terpantau firespot enam titik dan di Mesuji Raya ada hotspot dua titik. Untuk firespot ini yang sudah pasti menjadi kebakaran," katanya.
Menurutnya, kondisi alam menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko Karhutla saat ini.
Lahan gambut, semak belukar, serta lahan kosong di sejumlah wilayah OKI sudah dalam kondisi sangat kering sehingga mudah terbakar ketika muncul titik api.
"Lahan gambut di beberapa kecamatan yang rawan terbakar memang sudah kering semua. Seperti di Sepucuk Kayuagung, banyak lahan gambut dan kondisinya sudah kering, sehingga apabila ada firespot akan langsung terbakar," ungkapnya.
Terkait total luas lahan yang terbakar, BPBD OKI belum dapat memastikan angka pasti karena petugas masih fokus melakukan pemadaman.
"Jumlah luasan belum bisa dihitung karena masih berjibaku melakukan pemadaman. Yang jelas, jumlah keseluruhan lima kecamatan lebih dari lima hektare. Mungkin bisa mencapai 10 hektare lebih," pungkas Nova.