Tiga Hari Cari BBM, Warga Pontianak Akhirnya Dapat Pertalite Tapi Dibatasi, SPBU Penuh Sesak
Madrosid July 28, 2026 12:30 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pontianak masih mengular hingga Selasa 28 Juli 2026 pagi. 

Kondisi tersebut terlihat di sejumlah SPBU, mulai dari SPBU Jalan M. Yamin hingga SPBU Jalan Danau Sentarum.

Pantauan sekitar pukul 10.00 WIB di SPBU Jalan Danau Sentarum menunjukkan dua mobil tangki tengah melakukan proses pembongkaran bahan bakar minyak (BBM).

Akibatnya, warga yang telah mengantre sejak pagi harus menunggu hingga proses distribusi selesai sebelum dapat melakukan pengisian bahan bakar.

Berdasarkan informasi di lokasi, dua mobil tangki tersebut membawa pasokan BBM jenis Pertalite dan Pertamax.

Sejak subuh, antrean kendaraan sudah memadati area SPBU. Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM dalam beberapa hari terakhir sehingga aktivitas sehari-hari ikut terganggu.

Mulai dari berangkat bekerja hingga mengantar anak ke sekolah menjadi terkendala. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan kosongnya stok BBM di sejumlah pengecer.

Baca juga: BBM Langka! Alasan Distribusi karena Sungai Kapuas Dangkal Sulit Diterima Warga Pontianak

Seorang warga Siantan, Bobi, mengaku telah berkeliling ke beberapa SPBU selama tiga hari terakhir untuk mencari BBM.

Pembatasan Pembelian

Ia mengatakan sempat mendapatkan Pertalite di kawasan Siantan, namun pembelian dibatasi hanya sebesar Rp10 ribu per kendaraan. Karena jumlah tersebut tidak mencukupi untuk kebutuhannya, ia kembali mencari BBM ke sejumlah SPBU dan pada Selasa pagi kembali mengantre di SPBU Jalan Danau Sentarum.

“Aktivitas kerja jadi terganggu. Kami sudah mengantre sejak pukul 06.00 WIB, sekarang masih menunggu proses bongkar. Katanya ada Pertalite dan Pertamax,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lain yang ikut mengantre. Menurutnya, persoalan utama saat ini bukan lagi terkait harga, melainkan ketersediaan BBM.

“Sekarang bahkan di pengecer juga kosong. Mau beli di mana lagi? Akhirnya terpaksa ikut antre di SPBU,” katanya.

Kesulitan memperoleh BBM juga dirasakan oleh pengemudi ojek online. Salah seorang pengemudi yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak dapat bekerja secara maksimal karena kendaraan miliknya kehabisan bahan bakar.

“Bagaimana mau bekerja kalau motor tidak ada bensin? Ini saja harus antre dulu baru bisa isi,” tuturnya.

Sementara itu, seorang ibu rumah tangga bernama Pipit mengaku anaknya terpaksa tidak berangkat sekolah pada hari tersebut karena sepeda motor di rumah kehabisan bensin.

Ia memilih mengantre di SPBU terlebih dahulu karena khawatir tidak memiliki cukup bahan bakar untuk mengantar sekaligus menjemput anaknya yang bersekolah cukup jauh dari rumah.

“Tadi anak saya tidak sekolah dulu karena motor di rumah tidak ada bensin. Saya khawatir kalau dipakai mengantar nanti saat pulang bensinnya habis. Kalau harus antre, waktunya juga lama,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.