Keluarga Ikhlas, Tak Akan Tempuh Jalur Hukum soal Kematian Sutrimo Penjaga Rumah Febrie Adriansyah
muh radlis July 28, 2026 01:12 PM

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Keluarga Sutrimo, pria asal Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, memilih mengikhlaskan kepergian almarhum.  


Pihak keluarga memastikan tidak akan menempuh jalur hukum terkait kematian Sutrimo meskipun masih menyisakan tanda tanya.


Sikap tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan keluarga yang mengaku bernama Ardi. 


Ardi menjelaskan, orangtua almarhum Sutrimo tidak dapat menemui awak media karena sedang dalam kondisi sakit.


"Mohon maaf ibu (almarhum Sutrimo) sedang sakit, sekarang kondisinya lagi tenang.


Mohon maaf kami tidak bisa menerima, keluarga sudah mengikhlaskan," ujarnya saat ditemui Tribunbanyumas.com, di depan rumah almarhum Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Selasa (28/7/2026).

Baca juga: Tampang Abi Jamroh Kiai Cabuli Santriwati Modus Nikah Batin, Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jepara


Selain telah mengikhlaskan kepergian Sutrimo, keluarga juga memastikan tidak memiliki rencana melaporkan kasus kematian tersebut kepada pihak kepolisian.


"Enggak, enggak mau. 


Sudah ikhlas lahir batin pokoknya," ujar Ardi.


Pria itu ditemukan tak sadarkan diri di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026) pagi.


Setelah ditemukan, Sutrimo kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring.


Namun, nyawanya tidak tertolong.


Meski peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (23/7/2026), informasi mengenai kematian Sutrimo baru ramai beredar tiga hari kemudian, tepatnya pada Minggu (26/7/2026), melalui pesan berantai di WhatsApp dan media sosial.


Jenazah Sutrimo kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.

Setibanya di Banyumas, jenazah almarhum langsung dimakamkan pada Kamis malam. (jti) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.