Kondisi Pelajar SMP di Palembang Terseret Motor Usai Jadi Korban Begal di Depan Rumahnya, Kini di RS
Shinta Dwi Anggraini July 28, 2026 01:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- AA (14), seorang siswa SMPN 10 Palembang, menjadi korban begal saat mempertahankan telepon selulernya dari aksi perampasan oleh dua pria pengendara sepeda motor. 

Peristiwa memilukan tersebut terjadi di depan rumah korban, Jalan Gresik Lorong Amal Muslim, Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning, Palembang, pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 20.08 WIB.

Remaja ini terpaksa dilarikan ke rumah sakit usai terseret sepeda motor pelaku sejauh kurang lebih 7 meter dan mengalami luka menusuk di bagian kepala.

Saat ini, korban masih menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit Hermina Palembang akibat luka tusuk yang membutuhkan dua jahitan di kepala, serta luka lecet di sekujur tubuhnya.

Baca juga: Detik-detik Pelajar SMP di Palembang Terseret 7 Meter Demi Pertahankan HP dari Begal, Kepala Ditusuk

Pihak keluarga diwakili bibi korban, Efflyndah (56) melaporkan peristiwa ini ke Polrestabes Palembang, Senin (27/7/2026) malam, dan berharap atas laporan tersebut pelaku segera ditangkap.

Kronologi Terseret Motor Pelaku

Kepada polisi, Efflyndah menceritakan bahwa insiden bermula saat keponakannya sedang duduk santai sambil bermain ponsel di area depan rumah. 

Tiba-tiba, dua orang pria misterius yang mengendarai sepeda motor berhenti tepat di hadapan korban.

Tanpa basa-basi, salah satu pelaku turun dan langsung menyambar ponsel merk Poco X7 milik korban.

"Jadi, korban ini awalnya sedang bermain HP, Pak, di depan rumah, Pak. Tiba-tiba dua orang pelaku itu lewat mengenakan motor, stop, dan langsung merampas HP korban," ungkap Efflyndah saat melapor di Polrestabes.

Tak terima barang kesayangannya dirampas, AA berani memberikan perlawanan hingga membuat pelaku kewalahan.

Namun, situasi berbalik saat pelaku panik dan nekat meloncat ke atas motor rekannya yang sudah siap melaju.

"Sempat dilawan keponakan saya, Pak. Tetapi salah satu pelaku itu kewalahan, lalu pelaku tersebut naik motor. Nah, saat naik motor, keponakan saya mencoba menggapai motor pelaku dari posisi belakang. Hal inilah membuat keponakan saya terseret hingga 7 meter," beber Efflyndah

Akibat tindakan nekatnya itu, AA terjatuh dan menderita luka lecet di sekujur tubuh, luka di kepala, serta kehilangan ponselnya.

Tak terima atas tindak kekerasan dan perampasan yang dialami keponakannya, pihak keluarga resmi membawa kasus ini ke jalur hukum melalui Laporan Polisi di Polrestabes Palembang.

Keluarga berharap aparat kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas aksi begal sadis yang menyasar anak di bawah umur tersebut.

Sementara itu, Pamapta Piket SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Hendra Yuswoyo, membenarkan bahwa laporan kasus pencurian dengan kekerasan (curas) tersebut telah diterima secara resmi.

"Laporan sudah diterima dan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas Satreskrim Polrestabes Palembang Unit Pidum untuk melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku," tegas Hendra. (Aggi Suzatri/Andyka Wijaya/Tribunsumsel.com)

Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.