TRIBUNSUMSEL.COM -- Misteri kematian seorang pria bernama Sutrimo yang ditemukan di Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (23/7/2026) lalu terus mengundang keprihatinan.
Di balik simpang siur narasi yang beredar, pengakuan dari warga setempat mengungkap fakta mengenai kondisi lokasi penemuan korban.
Warga di sekitar area kejadian mengaku tidak mengenal sosok almarhum dan tidak tahu-menahu mengenai aktivitasnya di bangunan tersebut.
Pasalnya, klinik kecantikan tempat Sutrimo ditemukan diketahui sudah mangkrak dan tidak beroperasi sekitar lima tahun sejak pandemi Covid-19 melanda.
Salah seorang warga setempat, Dedi, mengakui bahwa operasional klinik tersebut dulunya hanya berjalan singkat sebelum akhirnya tutup total.
Baca juga: Penampakan Klinik Terbengkalai di Jaksel Tempat Tewasnya Sutrimo, Beredar Isu Karumga Eks Jampidsus
“Jadi sempat buka berapa bulan, kehajar Corona, stuck dia,” ucapnya.
Dedi mengungkapkan keterkejutannya saat mengetahui ada jasad yang ditemukan di dalam area gedung yang selama ini selalu dalam kondisi terkunci dan tanpa penghuni.
“Gak pernah sih saya lihat. Makanya saya kaget ada orang meninggal di situ katanya. Kok tahunya ada yang ngisiin gitu,” tutur Dedi.
Pengakuan serupa disampaikan oleh tetangga di sebelah kanan klinik.
Pemilik rumah tinggal yang enggan disebutkan namanya itu mengaku baru mengetahui adanya peristiwa duka tersebut setelah melihat pergerakan aparat kepolisian pada malam harinya.
"Enggak tahu kalau ada itu. Baru tahu karena semalam banyak polisi yang datang," ungkapnya.
Kasus penemuan jasad Sutrimo ini sempat menyita perhatian di media sosial usai dikaitkan dengan latar belakang profesi korban.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa status pekerjaan almarhum masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik.
"Masih didalami," ungkapnya kepada wartawan, Senin (26/7/2026).
Kombes Budi menerangkan, informasi awal menunjukkan Sutrimo ditemukan tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent sebelum dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring.
Pihak rumah sakit kemudian mengonfirmasi korban telah meninggal dunia saat tiba.
“Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Saudara Sutrimo semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Kombes Budi.
Guna mengusut rangkaian peristiwa secara utuh, Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan kini mengumpulkan keterangan dari pihak keluarga, pengemudi ambulans, hingga petugas rumah sakit, serta memeriksa rekam medis dan lokasi kejadian.
“Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum,” jelasnya.
Polda Metro Jaya mengimbau publik untuk menahan diri dari spekulasi yang belum terverifikasi hingga hasil resmi penyelidikan diumumkan.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com