Ruang Publik Hingga Kompetisi Nasional untuk Regenerasi Seniman Reog di Surabaya
Titis Jati Permata July 28, 2026 01:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Pemkot Surabaya mendukung budaya terus tumbuh dan berkembang, termasuk reog dan jaranan.

Sebagai bagian dari regenerasi seniman muda, Pemkot Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas umum untuk ruang penampilan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, telah menginstruksikan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) untuk membuka lebar akses ruang publik bagi para seniman dan anak-anak dalam berkreasi.

Menurutnya, ada sejumlah lokasi yang bisa menjadi tempat pertunjukan.

"Banyak tempat-tempat nanti, InsyaAllah saya sudah sampaikan ke Kadis Pariwisata, baik itu taman maupun pendopo kelurahan atau kecamatan yang ada, bisa dibuat untuk mengembangkan seni budaya. Apakah dibuat tempat latihan atau apapun, silakan," ujar Wali Kota Eri ketika dikonfirmasi SURYA.co.id, di Surabaya, Selasa (28/7/2026).

Optimalkan Regenerasi Seniman

Dukungan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan regenerasi seniman.  

“Regenerasi tadi selain untuk membuka sanggar, kita juga menampilkan seni budaya itu di taman dan ruang-ruang publik. Sehingga anak-anak generasi berikutnya bisa melihat dan mempraktikkan langsung. Harapan saya, anak-anak Surabaya memiliki karakter yang kuat dan tidak lagi dijajah oleh seni budaya asing," tegasnya.

Baca juga: Dari Tangan Mbah Sup, Reog Ponorogo Terus Hidup hingga Mancanegara

Selain fokus pada regenerasi, Wali Kota Eri menekankan pentingnya menjaga keutuhan dan tali silaturahmi antar-seniman.

Ia mengingatkan agar para pelaku seni di Surabaya tidak terpecah belah dan selalu berjalan dalam satu wadah paguyuban yang solid.

Pemkot Surabaya juga siap mengajak para seniman untuk lebih banyak tampil di kegiatan dinas.

“Saya ingin apabila Pemkot mengundang harus lewat paguyuban untuk menjaga pemerataan dan keadilan bagi seluruh kelompok seni mengingat kelompok ini juga cukup banyak di Surabaya," imbuhnya.

Potensial Dikembangkan

Wali Kota Eri menegaskan, potensi seni asal Ponorogo ini masih cukup terbuka untuk dikembangkan.

Apalagi, Paguyuban Purbaya juga baru saja sukses meraih juara ketiga pada ajang Festival Reog Nasional di Ponorogo.

“Ke depan, kami ingin menggelar kompetisi Reog dan Jaranan skala besar baik tingkat Jawa Timur maupun tingkat nasional di Surabaya. Saya berharap langkah ini semakin menggelorakan semangat para seniman lokal sekaligus menegaskan bahwa Surabaya merupakan salah satu pusat perkembangan seni budaya,” tandasnya.

Apresiasi Kelompok Seni Reog Purabaya

Pembina sekaligus Penasehat dari kelompok kesenian Reog Purabaya Heru Sancoko mendukung rencana Pemkot.

“Ini suatu kehormatan bagi kami di Purabaya," katanya.

"Kepedulian Pemkot Surabaya saat ini sangat luar biasa. Baru di kepemimpinan sekarang Wali Kota berkenan hadir langsung menyapa dan memberi perhatian kepada teman-teman penggiat seni Reog dan Jaranan yang berdomisili di Surabaya," ujar Heru.

Tak Hanya Eksis di Surabaya

Saat ini, Purabaya menaungi 47 grup Reog dan 10 grup Jaranan di Surabaya berkomitmen untuk selalu adaptif, menjaga kondusivitas kota, serta bersinergi penuh dengan Pemkot Surabaya dalam menjaga iklim seni dan regenerasi penerus.

“Melalui sinergi ini, kami berharap agar kesenian Reog dan Jaranan tidak hanya eksis di Surabaya, tetapi juga mampu membawa nama baik Kota Surabaya ke tingkat yang lebih luas," kata Heru.

Untuk mengoptimalkan tersebut, Wali Kota Eri secara langsung hadir dalam acara Sarasehan Seniman Reog dan Jaranan se-Surabaya yang berlangsung di Sanggar Paguyuban Reog Purbaya, Rungkut Asri, Minggu (26/7/2026) lalu. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.