Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pasca kebakaran yang terjadi di Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, suasana di lokasi masih dipenuhi aroma hangus, Selasa (28/7/3026).
Kebakaran hebat yang terjadi pada Senin (27/7/2026) pukul 16.30 WIB itu, sebuah gudang penyimpanan barang rongsokan dan area alang-alang di lereng Gunung Batu Paseban menjadi objek yang terbakar.
Berdasarkan pantauan Tribun Jabar di lokasi, hamparan lereng berubah menghitam akibat dilalap api. Sejauh mata memandang, bekas lahan yang terbakar membentang di area perbukitan lereng gunung.
Asap tipis terlihat mengepul dari sejumlah titik bekas kebakaran. Di sekitar lokasi juga masih terdapat gudang penyimpanan barang rongsokan yang berisi plastik dan styrofoam.
Salah seorang warga, Cepi Ariefin (36), mengatakan bahwa saat kebakaran tersebut, ia berada di sekitar lokasi. Dirinya melihat api sudah mulai terlihat di bawah lereng Gunung Batu Paseban.
"Kalau kejadian pastinya saya kurang tahu. Tapi api itu emang terlihat di bawah lereng. Setelah itu api membesar hingga akhirnya menghanguskan lereng," ujarnya kepada Tribun Jabar, Selasa (28/7/2026).
Dari awal dirinya melihat titik api, ada sekitar 30 menit hingga kobaran api membesar dan merambat hingga membakar lereng. Setelah itu api bergerak ke barang rongsokan yang berada di sekitar lokasi.
"Kejadiannya cepet. Baru setelah kena barang rongsokan itu, api jadi lebih besar dan melebar ke mana-mana. Soalnya, ada kaya plastik sama styrofoam," katanya.
Saat itu, melihat api terus membesar, Cepi bersama warga lainnya sempat berupaya menarik barang-barang rongsokan yang ada di sekitar lokasi, agar tidak ikut dilalap "Sang Jago Merah".
"Saya coba narik barang-barang sama yang lain. Soalnya angin arahnya ke sana (gudang lainnya). Jadi di tarik dulu supaya ga ikut terbakar. Cuma itu juga engga lama, keburu panas sama takut ikut kebakar," ucapnya.
Sementara itu, Camat Kutawaringin, Mamet Slamet mengungkapakan bahwa titik api pertama kali terlihat di gudang penyimpanan barang rongsokan, setelah merembet ke alang-alang yang ada di sekitarnya.
Mamet menuturkan, kebakaran memang sempat meluas. Namun beruntungnya, hal itu mampu dicegah hingga dipastikan tidak mengancam warga karena lokasi kebakaran berada cukup jauh dari pemukiman.
"Memang sebelahnya (gudang) ada lembah gunung. Jadi merembet ke alang-alang, tapi sudah teratasi. Alhamdulillah tidak masuk permukiman warga. Jauh banget posisinya," ujarnya.
Sementara itu, Kabid Pemadaman Disdamkar Kabupaten Bandung Asep Bintang mengatakan bahwa pada penanganan kebakaran tersebut pihaknya menurunkan enam unit pemadaman.
"Sebagai informasi unit kita luncurkan sekaligus enam. Karena dikhawatirkan terjadi perambatan yang sangat cepat, jadi kita luncurkan enam unit dari Mako Soreang dan pos TKI," ucapnya.
Proses penanganan kebakaran itu, kata Asep, pihakmya memerlukan waktu hingga pukul 19.30 WIB. Namun beruntungnya, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa ataupun luka.