SURYA.co.id, SURABAYA – Universitas Surabaya (Ubaya) resmi memulai pembangunan Ubaya Tower dan gedung baru Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) di Kampus Tenggilis, Kota Surabaya, Jawa Timur.
Proyek strategis ini menjadi langkah besar Ubaya untuk memusatkan berbagai layanan kampus yang selama ini masih tersebar di dua lokasi.
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilakukan Ketua Yayasan Universitas Surabaya, Drs. Darmo Handoyo, Apt., bersama jajaran yayasan dan pimpinan universitas, Selasa (28/7/2026).
Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto, menyebut pembangunan tersebut merupakan salah satu proyek infrastruktur terbesar yang pernah dikerjakan universitas.
Ia optimistis proses pembangunan dapat berjalan sesuai target berkat dukungan yayasan, pimpinan kampus, dan seluruh mitra yang terlibat.
"Ini merupakan pembangunan yang sangat besar. Dengan semangat dari Yayasan Universitas Surabaya, jajaran pimpinan, dan seluruh mitra yang selama ini bekerja sama dengan Ubaya, saya percaya proses pembangunan akan berjalan baik dan lancar. Mari kita doakan bersama agar pembangunan ini sukses," ujar Benny, kepada SURYA.co.id.
Baca juga: Rayakan Dies Natalis ke-40, Fakultas Teknik Ubaya Dekatkan Teknologi kepada Masyarakat
Selain gedung perkantoran dan ruang akademik, proyek ini juga mencakup pembangunan auditorium empat lantai berkapasitas sekitar 1.500 orang yang akan digunakan untuk berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik berskala besar.
"Secara keseluruhan, pembangunan empat gedung utama ini ditargetkan selesai dalam waktu 20 bulan dan diharapkan semakin memperkuat kualitas layanan serta fasilitas pendidikan di Kampus Ubaya Tenggilis," tambahnya.
Ketua Yayasan Universitas Surabaya, Darmo Handoyo, mengatakan pembangunan Ubaya Tower merupakan salah satu cita-cita besar almarhum Ketua Umum Yayasan Universitas Surabaya, Anton Prijatno, S.H.
Menurutnya, proyek tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya melanjutkan visi yang telah dirintis sebelum almarhum wafat.
"Pembangunan ini adalah salah satu kerinduan terbesar Bapak Anton yang sudah dimulai sebelum beliau berpulang. Kini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkannya sebagai bentuk penghormatan atas jasa beliau," kata Darmo.
Wakil Rektor IV Ubaya, Djuwari, Ph.D., menjelaskan kompleks bangunan baru seluas sekitar 20.000 meter persegi itu akan menjadi pusat berbagai layanan universitas.
Selama ini, sejumlah fungsi administrasi masih terbagi antara Kampus Tenggilis dan Kampus Ngagel. Setelah proyek selesai, seluruh layanan utama akan dipusatkan di Kampus Tenggilis.
"Setelah pembangunan selesai, kantor rektorat, kantor pusat yayasan, serta sejumlah direktorat penunjang akan dipusatkan di Kampus Ubaya Tenggilis sebagai kampus utama," jelas Djuwari.
Selain pembangunan Ubaya Tower, proyek ini juga mencakup gedung baru Fakultas Bisnis dan Ekonomika setinggi delapan lantai.
Djuwari mengatakan gedung tersebut dibangun menggantikan bangunan lama FBE yang menjadi gedung tertua di Kampus Tenggilis dan sudah membutuhkan pembaruan fasilitas.
"Gedung baru FBE terdiri dari delapan lantai. Bangunan lama sudah membutuhkan peremajaan agar mampu mendukung kenyamanan dan produktivitas mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan dalam kegiatan belajar mengajar," pungkasnya.