WARTAKOTALIVE.COM - Nama Thomas AM Djiwandono digadang-gadang bakal menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) usai mundurnya Perry Warjiyo.
Prediksi Thomas Djiwandono yang menguat menjadi Gubernur BI itu tidak lepas dari posisinya sebagai keponakan Presiden RI Prabowo Subianto.
Terlebih, Thomas Djiwandono saat ini mengemban jabatan Dewan Gubernur BI sejak 9 Februari 2026.
Saat itu nama Thomas Djiwandono menguat bakal menggantikan Perry di kursi tertinggi BI meski sempat ditampik oleh Istana.
Lalu siapa Thomas Djiwandono?
Thomas Djiwandono saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur BI.
Thomas AM Djiwandono lahir di Jakarta pada Mei 1972.
Dimuat situs BI, Thomas menyelesaikan pendidikan Sarjana Studi Sejarah di Haverford College, Amerika Serikat, pada tahun 1994, serta meraih gelar Master di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, pada tahun 2003.
Thomas memulai karir sebagai jurnalis sebelum beralih ke sektor keuangan dan bisnis.
Ia pernah berkarir sebagai analis keuangan, konsultan, serta menduduki berbagai strategi di sektor swasta.
Pada Juli 2024, Thomas dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia dan kembali dipercaya memiliki jabatan tersebut pada Oktober 2024.
Ia juga menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK Ex-officio dari Kementerian Keuangan pada periode 2025–2026.
Thomas AM Djiwandono resmi diangkat menjadi Dewan Gubernur Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 10/P Tahun 2026 tanggal 3 Februari 2026 dan mengucapkan sumpah jabatan pada 9 Februari 2026.
Pria yang karib disapa Tommy itu adalah anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati.
Ayahnya adalah mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini mengajar di Nanyang Technological University, Singapura.
Sedangkan ibu Bianti adalah kakak kandung Prabowo Subianto pendiri Partai Gerindra.
Baca juga: Pilih Mundur dari Gubernur BI, Ini Sederet Prestasi Perry Warjiyo
Thomas juga merupakan cicit RM Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank BNI 46. Thomas sudah menikah dan dikaruniai tiga orang anak.
Sebelum terjun ke politik, Thomas pernah berkarir menjadi jurnalis magang di Majalah Tempo pada tahun 1993 dan pada tahun 1994 di Indonesia Business Weekly.
Selain itu, Thomas juga pernah bekerja sebagai analis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong.
Pada tahun 2006, karirnya terus meningkat saat pamannya Hashim meminta untuk membantu di Arsari Group dan ia menjabat sebagai Deputy CEO Arsari Group, perusahaan agrobisnis.
Sementara di dunia politik, ia terlibat dalam partai Gerindra, Thomas juga pernah menjadi Caleg di Provinsi Kalimantan Barat.
Kini dia menjadi Bendahara Umum Partai Gerindra dan menjadi pengendali kekuangan partai bentukan pamannya, Prabowo Subianto.