TRIBUNTRENDS.COM - Kasus kematian satpam Waduk Jatiluhur, Sumarna (40), yang ditemukan tewas dengan kedua tangan terborgol masih menyisakan banyak tanda tanya.
Di tengah proses penyelidikan yang terus berjalan, sang istri mengungkap percakapan terakhirnya dengan korban sebelum tragedi itu terjadi.
Siti Mariam (42) juga menceritakan janji sang suami yang hingga kini belum sempat diwujudkan.
Sumarna ditemukan meninggal dunia mengambang di area Tanggul Kayat, Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Jumat (24/7/2026), setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat menjalankan piket malam.
Peristiwa tersebut menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang datang menemui keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus mendengar langsung cerita dari sang istri.
Dalam pertemuan itu, Siti Mariam mengungkap bahwa sebelum berangkat bekerja, dirinya dan Sumarna hanya berbincang ringan seperti biasanya tanpa ada firasat buruk.
Ia mengaku sempat mengingatkan suaminya mengenai agenda rapat di kantor desa karena Sumarna juga merupakan anggota Linmas.
Menurut Siti Mariam, tidak ada tanda-tanda mencurigakan yang diperlihatkan suaminya sebelum berangkat menjalankan tugas malam.
Namun, sebelum pergi, Sumarna sempat berjanji akan memberikan uang kepada sang istri ketika dirinya telah memperoleh penghasilan tetap, sebuah janji yang kini tinggal kenangan setelah kepergiannya.
Baca juga: Chat WA Terakhir Satpam Tewas di Waduk Jatiluhur, Singgung Perasaan Tak Enak Meninggalkan Teman
Namun obrolan itu hanya sebatas obrolan biasa. Menurut sang istri, saat itu ia sempat mengingatkan Sumarna untuk rapat di Kantor Desa.
"Gak cerita apa-apa, cuma ngobrol aja, beliau pulang shift malam anterin anak sekolah. Dia main HP sambil berbaring, saya ingatkan nanti malam ada rapat di desa, beliau kan anggota Linmas," tutur sang istri dikutip dari Tribun Bogor, Selasa (28/7/2026).
Sumarna juga sempat berjanji akan memberikan uang kepada istrinya apabila dirinya sudah mendapatkan penghasilan tetap.
"Kalau dibagi siltap (penghasilan tetap) jangan lupa janji ayah ke mamah mau bayar wifi. Kata ayah, 'iya nanti kalau dapat siltap dikasih ke mamah'," kata Siti Mariam menirukan ucapan mendiang suami.
Masih menurut sang istri, saat itu sebelum pergi bekerja shift malam Sumarna terlihat berbeda dari biasanya. Sebab ia melihat sang suami seperti kelelahan. Bahkan ia mengatakan kalau Sumarna malam itu pergi terlambat karena sedang lelah.
"Keluhan kelihatan capek, berangkat kemalaman, gak seperti biasanya," kata sang istri lagi.
Ia pun mengatakan kalau selama ini Sumarna tidak pernah bercerita ada masalah apapun.
"Selama ini gak pernah berkeluh kesah," katanya.
Baca juga: Pilu Nasib Istri Satpam yang Ditenggelamkan di Waduk Jatiluhur, Sempat ke Pos Jaga di Tengah Malam
Sumarna pergi dari rumah sekitar pukul 19.00 WIB. Ia langsung menjalankan tugas pengamanan pada malam hari di kawasan Waduk Jatiluhur.
Namun, sekitar pukul 03.00 WIB, Sumarna dilaporkan mulai kehilangan kontak dan tidak dapat dihubungi oleh istri dan rekan-rekan kerjanya.
Karena khawatir, rekan kerja korban bersama kepala satpam melakukan pencarian di sejumlah titik kawasan Waduk Jatiluhur.
Pencarian dilakukan hingga Jumat pagi karena keberadaan korban belum juga diketahui.
Hingga akhirnya pada Jumat menjelang siang, Sumarna ditemukan dalam kondisi mengambang di perairan kawasan Tanggul Kayat.
Baca juga: Pilu Nasib Istri Satpam yang Ditenggelamkan di Waduk Jatiluhur, Sempat ke Pos Jaga di Tengah Malam
Mariam yang juga tak bisa lagi menghubungi suaminya pun merasa cemas di rumah.
Sekitar pukul 02.00 WIB, Mariam memutuskan mendatangi pos tempat Sumarna berjaga. Namun, ketika tiba di lokasi, ia tidak menemukan suaminya.
Dua orang yang berada di pos menduga Sumarna sedang melakukan patroli di sekitar kawasan Waduk Jatiluhur.
Dugaan tersebut muncul karena sepeda motor yang digunakan Sumarna juga tidak terlihat berada di sekitar pos penjagaan.
"Karena motornya juga gak ada," kata Siti Mariam dikutip dari Kompas.com.
Mariam kemudian meninggalkan lokasi dan kembali mencari informasi mengenai keberadaan suaminya.
Sekitar pukul 04.30 WIB, ia kembali mendatangi pos penjagaan. Kali ini, sepeda motor milik Sumarna sudah terlihat berada di dekat pos.
Mariam sempat mengira suaminya telah kembali setelah melakukan patroli.
Namun, setelah memeriksa bagian dalam pos dan area di sekitarnya, Sumarna tetap tidak ditemukan.
"Saya kira suami saya ada di pos, tapi pas saya cek ternyata gak ada juga," katanya.
Keberadaan sepeda motor tanpa disertai korban kemudian menambah kekhawatiran keluarga dan rekan kerja.
Pencarian terhadap Sumarna dilakukan hingga jenazahnya ditemukan di kawasan perairan Waduk Jatiluhur pada Jumat sekitar pukul 11.00 WIB.
(TribunTrends.com/Grid.id)