TRIBUNSUMSEL.COM – Tahukah Anda, setiap tanggal 1 Agustus, masyarakat dunia memperingati Hari ASI Sedunia yang sekaligus menjadi pembuka Pekan Menyusui Sedunia (World Breastfeeding Week/WBW) yang berlangsung hingga 7 Agustus.
Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Air Susu Ibu (ASI) sebagai makanan terbaik bagi bayi sejak lahir.
Selain memberikan nutrisi yang lengkap, ASI juga berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh, mendukung tumbuh kembang anak, hingga mempererat ikatan emosional antara ibu dan bayi.
Pekan Menyusui Sedunia didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UNICEF, kementerian kesehatan di berbagai negara, serta organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang kesehatan ibu dan anak.
Dikutip dari laman ayosehat.kemkes.go.id, Hari ASI Sedunia bermula dari Deklarasi Innocenti yang ditandatangani pada tahun 1990 di Florence, Italia. Deklarasi tersebut menyerukan perlindungan, promosi, dan dukungan terhadap pemberian ASI sebagai langkah penting meningkatkan kesehatan ibu dan bayi di seluruh dunia.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada 1992, World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) meluncurkan World Breastfeeding Week yang diperingati setiap 1–7 Agustus di berbagai negara.
Sejak 2016, kampanye ini diselaraskan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kemudian pada 2018, Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly) secara resmi mengakui Pekan Menyusui Sedunia sebagai strategi penting dalam promosi kesehatan masyarakat.
Secara global, tema World Breastfeeding Week 2026 atau Hari ASI Sedunia 2026 adalah:
"Breastfeeding for a Sustainable Start in Life: Strengthen What Works." Atau dalam bahasa Indonesia adalah:
"Menyusui demi Awal Kehidupan yang Berkelanjutan: Perkuat Hal yang Telah Berjalan Baik".
Tema tersebut mengajak seluruh pihak untuk memperkuat berbagai bentuk dukungan yang telah terbukti membantu keberhasilan menyusui, mulai dari keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja, komunitas, hingga kebijakan pemerintah.
Pesan utamanya adalah bahwa menyusui tidak hanya memberikan manfaat kesehatan bagi bayi, tetapi juga mendukung ketahanan pangan, mengurangi limbah, dan menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Hari ASI Sedunia diperingati bukan sekadar sebagai kampanye kesehatan, tetapi juga untuk mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung ibu menyusui.
Beberapa tujuan utama peringatan ini antara lain:
ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan.
WHO merekomendasikan agar bayi mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan, kemudian dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi sambil tetap menyusui hingga usia dua tahun atau lebih.
Berikut manfaat ASI bagi tumbuh kembang anak:
1. Memenuhi kebutuhan nutrisi secara lengkap
ASI mengandung protein, lemak sehat, karbohidrat, vitamin, mineral, enzim, dan hormon dalam komposisi yang sesuai dengan kebutuhan bayi sehingga mudah dicerna.
2. Meningkatkan daya tahan tubuh
ASI kaya akan antibodi yang membantu melindungi bayi dari infeksi saluran pernapasan, diare, infeksi telinga, hingga berbagai penyakit lainnya.
3. Mendukung perkembangan otak
Kandungan DHA, AA, dan berbagai nutrisi penting dalam ASI berperan mendukung perkembangan otak, kemampuan belajar, dan fungsi kognitif anak.
4. Membantu pertumbuhan optimal
Pemberian ASI membantu bayi mencapai pertumbuhan berat badan dan tinggi badan yang sesuai dengan usianya.
5. Mempererat ikatan ibu dan bayi
Kontak kulit saat menyusui memperkuat ikatan emosional, memberikan rasa aman, dan mendukung perkembangan psikologis anak.
Tidak hanya bermanfaat bagi bayi, menyusui juga memberikan berbagai keuntungan bagi ibu, di antaranya:
Keberhasilan menyusui tidak hanya bergantung pada ibu. Dukungan dari pasangan, keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja, hingga kebijakan pemerintah menjadi faktor penting agar ibu dapat memberikan ASI secara optimal.
WHO menilai masih banyak ibu yang menghadapi tantangan, seperti kurangnya konseling laktasi, minimnya fasilitas menyusui di tempat kerja, hingga pengaruh pemasaran pengganti ASI. Oleh karena itu, Hari ASI Sedunia menjadi pengingat bahwa keberhasilan menyusui merupakan tanggung jawab bersama.
Peringatan Hari ASI Sedunia setiap 1 Agustus diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ASI sebagai investasi terbaik bagi kesehatan, kecerdasan, dan masa depan anak.
Dengan dukungan yang tepat, semakin banyak bayi dapat memperoleh haknya untuk mendapatkan ASI secara optimal sejak hari-hari pertama kehidupannya.
Demikian Hari ASI Sedunia 1 Agustus 2026: Sejarah, Tema, Tujuan, dan Manfaat ASI bagi Tumbuh Kembang Anak. (*)
Baca juga: 20 Kata Bijak tentang Persahabatan Sejati Penuh Makna dan Inspiratif Rayakan Hari Persahabat Sedunia
Baca juga: FJPI Gandeng Hukumonline, Anggota Dapat Akses Gratis AIlex Tingkatkan Literasi & Perlindungan Hukum
Baca juga: Mengapa Allah tidak Terlihat? Di Manakah Allah Menurut Islam, Ini Penjelasan Al-Quran dan Hadits
Baca juga: 30 Ucapan untuk Sahabat, Memperingati Hari Persahabatan Sedunia 30 Juli, Bijak, Akrab dan Hangat