SURYA.co.id, JOMBANG – Fenomena udara dingin atau bediding diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Agustus 2026, bertepatan dengan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, jawa Timur.
Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), bagi ribuan peserta yang akan datang dari berbagai daerah.
Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran, mengingatkan panitia maupun peserta agar mewaspadai perubahan cuaca selama puncak musim kemarau.
"Cuaca saat puncak kemarau biasanya lebih dingin dan anginnya lebih kencang. Kondisi ini perlu diantisipasi karena bisa berdampak pada kesehatan peserta," ujar Puji Umbaran kepada SURYA.co.id, Selasa (28/7/2026).
Menurut Puji, fenomena bediding merupakan kondisi yang umum terjadi saat musim kemarau akibat pengaruh angin monsun Australia yang membawa massa udara kering.
Meski bukan cuaca ekstrem, perbedaan suhu yang cukup tajam antara siang dan malam hari dapat menurunkan daya tahan tubuh, terlebih jika disertai paparan debu yang meningkat.
Baca juga: Jelang Muktamar NU di Tambakberas Jombang, Akses Venue Pembukaan Dilebarkan
"Perubahan suhu yang cukup drastis antara siang dan malam dapat memengaruhi kondisi tubuh sehingga masyarakat perlu menjaga kesehatannya," katanya.
Ia mengungkapkan, dalam beberapa pekan terakhir RSUD Jombang mencatat peningkatan jumlah pasien dengan keluhan ISPA yang diduga berkaitan dengan udara dingin dan tingginya paparan debu selama musim kemarau.
Puji menilai panitia Muktamar NU perlu memastikan fasilitas akomodasi peserta memiliki sirkulasi udara yang baik dan tidak membuat peserta terpapar udara dingin secara berlebihan.
Selain itu, layanan kesehatan di lokasi kegiatan juga harus dipersiapkan secara optimal mengingat tingginya mobilitas peserta selama muktamar berlangsung.
"Persiapan layanan kesehatan di lokasi kegiatan harus berjalan optimal mengingat tingginya mobilitas peserta selama muktamar," ujarnya.
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, peserta diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, dan mencukupi waktu istirahat.
Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan juga disarankan untuk mengurangi paparan debu yang dapat memicu iritasi saluran pernapasan.
"Masyarakat maupun peserta muktamar diimbau menjaga kebugaran dengan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, serta mencukupi waktu istirahat," jelas Puji.
Menghadapi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, RSUD Jombang memastikan seluruh layanan kesehatan dalam kondisi siap siaga.
Pos-pos kesehatan yang disiapkan panitia akan terhubung langsung dengan RSUD Jombang sebagai rumah sakit rujukan apabila terdapat peserta yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
"Pos-pos kesehatan yang disiapkan panitia akan terhubung dengan rumah sakit sebagai fasilitas rujukan apabila ditemukan peserta yang memerlukan penanganan lebih lanjut," ungkapnya.
Puji juga mengimbau peserta memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan dalam kondisi aktif agar pelayanan medis dapat berjalan lebih cepat. Sementara bagi peserta yang belum memiliki jaminan kesehatan, mekanisme penanganannya akan dikoordinasikan bersama pemerintah daerah.