TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Sebuah kantor terbuat dari peti kemas atau kontainer di Jalan Tenggiri, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, terbakar pada Selasa (28/7/2026).
Peristiwa itu diduga dipicu fenomena listrik atau korsleting pada instalasi listrik di dalam bangunan.
Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara Gatot Sulaeman mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 04.20 WIB dari seorang warga.
"Sekitar pukul 04.15 WIB, karyawan yang sedang tidur di mess shelter bawah terbangun karena mencium asap yang berasal dari shelter lantai dua yang berfungsi sebagai kantor," kata Gatot.
Menurut Gatot, setelah terbangun, karyawan melihat api muncul dari dugaan korsleting listrik di shelter lantai dua.
Karyawan sempat berupaya memadamkan api secara mandiri, namun kobaran api tidak berhasil dikendalikan.
"Karyawan kemudian mendatangi Pos Pemadam Muara Baru untuk meminta bantuan petugas," ujarnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan 10 personel ke lokasi kejadian.
Unit pertama meluncur dari Pos Muara Baru pada pukul 04.21 WIB. Proses pemadaman dimulai pukul 04.30 WIB dan api berhasil dilokalisasi pada pukul 04.49 WIB.
Setelah dilakukan proses pendinginan, petugas memastikan api benar-benar padam pada pukul 05.14 WIB.
Objek yang terbakar merupakan shelter office atau kantor berbentuk kontainer berukuran sekitar 3 x 6 meter.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Meski demikian, kebakaran menyebabkan kerugian materi yang ditaksir mencapai sekitar Rp 60 juta.