SMAN 1 Tanjung Selor Juara LCC Empat Pilar MPR RI Kaltara 2026, Jadi Wakili Kaltara ke Nasional
Junisah July 28, 2026 04:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Tim SMAN 1 Tanjung Selor kembali mengharumkan nama Kabupaten Bulungan usai keluar sebagai juara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kaltara 2026.

Atas kemenangan tersebut, SMAN 1 Tanjung Selor berhak mewakili Kalimantan Utara pada ajang LCC Empat Pilar MPR RI tingkat nasional.

Tim yang berhasil meraih juara tersebut terdiri dari Aqila Hananisa Arsyad, Evan Chandra Winata, Kurnia Fadilla, Nur Latifah, Siska Aulia Rahma, Andi Fajarian Syah, Eka Fitriani, M. Dzak'ki Khairullah, Tirta Wijaya Kusuma, dan Muhammad Afif Zulfiqar.

Salah seorang peserta, Evan Chandra Winata mengungkapkan kemenangan itu diraih melalui proses persiapan yang panjang dengan memperbanyak literasi, menghafal materi hingga memperkuat mental sebelum bertanding.

Baca juga: Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Arkanata Akram: Pedoman Menjalani Kehidupan Berbangsa

Menurutnya, materi LCC Empat Pilar MPR RI didominasi hafalan, mulai dari pasal-pasal hingga ketetapan MPR RI sehingga membutuhkan waktu belajar yang tidak singkat.

"Yang paling utama tentu kami banyak membaca, banyak literasi, mulai dari buku-buku ketatanegaraan, pasal-pasal sampai ketetapan MPR. Karena memang hafalannya sangat banyak," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Selasa (28/7/2026).

Selain belajar, Evan mengatakan seluruh anggota tim juga terus memperkuat doa dan keyakinan masing-masing agar diberikan hasil terbaik saat bertanding.

Ia menilai usaha yang maksimal menjadi pembeda timnya dibanding peserta lain.

"Kami merasa semua sekolah sama-sama pintar. Jadi yang kami tambah itu usahanya. Saat merasa masih kurang, kami terus belajar, bahkan rela mengurangi waktu tidur demi latihan," katanya.

Evan mengakui setiap sekolah peserta memiliki kemampuan yang sama sehingga faktor kerja keras menjadi penentu keberhasilan.

Karena itu, seluruh anggota tim sepakat memberikan kemampuan terbaik selama masa persiapan.

Baca juga: Ketua DPRD Kaltara Hadiri Sarasehan Kebangsaan Nasional di Gedung MPR RI

"Kami sadar kalau kemampuan mungkin sama, berarti yang harus ditambah itu effort atau usahanya," ucapnya.

Ia juga menegaskan keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran besar para pembina dan pelatih yang terus memberikan arahan selama proses latihan.

Menurut Evan, pembimbing tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga membangun mental, kerja sama tim hingga rasa tanggung jawab sebagai wakil sekolah.

"Bahkan lebih dari 50 persen keberhasilan kami karena pembina dan pelatih. Mereka terus mengarahkan kami, memperbaiki hafalan, kerja sama tim sampai membentuk mental kami," jelasnya.

Evan menyebut tanpa bimbingan para pelatih, mereka belum tentu mampu tampil hingga menjadi juara tingkat provinsi.

Sementara itu, peserta lainnya, Nur Latifah mengatakan salah satu tantangan terbesar saat perlombaan justru mengendalikan rasa gugup ketika tampil di atas panggung.

Menurutnya, tekanan saat berada di depan peserta lain dan dewan juri membuat hafalan yang sudah dipersiapkan terkadang mendadak hilang.

"Kadang sebenarnya sudah hafal, tapi karena gugup saat di panggung jadi buyar semua. Itu tantangan terbesar kami," ungkapnya.

Meski demikian, Nur mengatakan seluruh anggota tim saling melengkapi kemampuan satu sama lain tanpa membagi materi secara kaku.

Apabila ada anggota yang kurang menguasai satu babak, anggota lain akan mengambil peran untuk menutupi kekurangan tersebut.

SMAN 1 Tanjung Selor Juara LC 4 Pilar MPR RI 02 28072026
WAKILI KALTARA KE NASIONAL - Tim SMAN 1 Tanjung Selor saat menangkan LCC 4 Pilar MPR RI 2026 yang digelar di Tarakan, Kaltara, Sabtu (25/7/2026). SMAN 1 Tanjung Selor akan wakili Kaltara ke tingkat nasional.

"Kami saling mendukung. Tidak ada pembagian mutlak karena semua belajar materi yang sama. Kalau ada yang kurang di satu bagian, nanti dibantu teman yang lain," katanya.

Nur menambahkan kemenangan di tingkat provinsi menjadi motivasi baru bagi tim untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Namun, sebelum kembali menjalani latihan intensif, seluruh anggota tim masih menyelesaikan tugas-tugas sekolah yang sempat tertunda selama mengikuti perlombaan.

"Kalau untuk nasional pasti kami akan latihan lebih keras lagi. Tapi sekarang kami selesaikan dulu tanggung jawab di sekolah, baru setelah itu fokus persiapan ke nasional," tuturnya.

Ia mengaku pengalaman mengikuti tingkat nasional pada tahun sebelumnya menjadi pelajaran berharga bagi tim.

Karena itu, mereka ingin memperbaiki mental bertanding agar mampu tampil lebih baik saat kembali mewakili Kalimantan Utara.

"Kami masih punya pengalaman yang cukup membekas dari nasional tahun lalu. Jadi sekarang kami ingin membenahi mental dan mempersiapkan diri lebih matang lagi supaya hasilnya lebih baik," pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.