Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Proses evakuasi bangkai kapal tongkang yang menumpahkan ribuan ton batu bara di perairan perbatasan Pantai Sukaresik dan Pantai Batuhiu, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mulai memasuki tahap persiapan di lapangan.
Pantauan Tribun Jabar di lokasi pada Selasa (28/7/2026), bangkai tongkang masih berada di lokasi semula sejak insiden terjadi pada 16 Juni 2026.
Saat air laut pasang, badan kapal bahkan kerap tidak terlihat karena tertutup gelombang.
Sementara ceceran batu bara di permukaan laut sudah tidak tampak, namun material batu bara diperkirakan masih ada di dasar perairan.
Baca juga: Bupati Pangandaran Desak Segera Evakuasi Tongkang Nautica 22, Pengangkatan Batu Bara Jadi Prioritas
Di sekitar lokasi kejadian, sejumlah pekerja dari perusahaan pelaksana terlihat mempersiapkan proses evakuasi.
Berbagai alat berat sudah didatangkan, di antaranya ekskavator, genset berkapasitas besar, tong apung, sling baja, serta perlengkapan teknis lain yang akan digunakan dalam operasi pengangkatan bangkai kapal.
Persiapan evakuasi bangkai kapal tongkang itu juga mendapat pengawasan dari unsur TNI dan Syahbandar Pangandaran.
Koordinator Lapangan, Ahmad Robana, mengatakan saat ini tim masih fokus pada tahap awal pemasangan peralatan pendukung.
"Untuk persiapan, kami menyiapkan wing untuk pemasangan sling baja ke tongkang. Setelah sampai ke kapal tongkang, kami siapkan alat untuk pengampungannya," ujar Ahmad kepada sejumlah wartawan di lokasi kejadian kapal tongkang didamparkan.
Ia menjelaskan, tahapan pertama dalam proses evakuasi adalah menggeser bangkai tongkang hingga ke daratan.
Setelah kapal berhasil dipindahkan, proses dilanjutkan dengan penanganan batu bara yang masih berada di lokasi kejadian.
"Yang pertama kita akan menggeser kapal tongkang sampai ke darat. Setelah itu baru kita akan menarik batu baranya," katanya.
Menurut Ahmad, seluruh proses evakuasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Hingga kini, tim baru menjalani sekitar satu pekan masa persiapan.
"Sementara ini kita baru berjalan satu minggu untuk persiapan. Waktu yang diperlukan untuk mengevakuasi sekitar dua bulan," ucap Ahmad.
Diketahui sebelumnya, tongkang bermuatan ribuan ton batu bara milik PT Trans Logistik Perkasa mengalami gangguan di perairan Pangandaran pada 16 Juni 2026.
Insiden tersebut menyebabkan muatan batu bara tumpah ke laut dan bangkai tongkang terdampar di kawasan perbatasan Pantai Sukaresik dan Pantai Batuhiu hingga memicu dampak terhadap lingkungan pesisir. (*)