TRIBUNMANADO.CO.ID – Kebutuhan pasokan minyak goreng bersubsidi MinyaKita di pasar rakyat Sulawesi Utara diperkirakan mencapai 18.338 liter setiap pekan.
Data tersebut merupakan hasil pemetaan kebutuhan pasokan MinyaKita di pasar rakyat yang mencakup 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara.
Dalam pemetaan itu tercatat terdapat 16 pasar rakyat pantauan SP2KP dan 59 pasar rakyat lainnya yang menjadi sasaran distribusi MinyaKita. Secara keseluruhan, diperkirakan ada 179 pedagang di pasar rakyat yang menjual MinyaKita.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Utara, Hendrik Rueben Tendean, mengatakan pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan pasokan MinyaKita di setiap daerah.
Menurutnya, data tersebut akan menjadi acuan agar distribusi minyak goreng bersubsidi dapat dilakukan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan pasar.
"Data ini menjadi dasar untuk mengetahui kebutuhan MinyaKita di masing-masing kabupaten dan kota, sehingga penyaluran dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah," ujar Hendrik Rueben Tendean.
Berdasarkan data tersebut, Kabupaten Minahasa Tenggara menjadi daerah dengan estimasi kebutuhan terbesar, yakni 8.000 liter per minggu dengan sekitar 29 pedagang yang menjual MinyaKita.
Di Kota Kotamobagu, kebutuhan diperkirakan mencapai 2.880 liter per minggu dengan 15 pedagang.
Kabupaten Kepulauan Sangihe diperkirakan membutuhkan 1.200 liter per minggu, disusul Kabupaten Bolaang Mongondow Utara sebanyak 1.000 liter.
Sementara itu, Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Kepulauan Talaud masing-masing membutuhkan sekitar 800 liter per minggu, sedangkan Kabupaten Minahasa sekitar 700 liter.
Kota Manado dengan 25 pedagang diperkirakan membutuhkan 600 liter per minggu, sama seperti Kota Tomohon yang juga membutuhkan 600 liter.
Selanjutnya, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Sitaro masing-masing memiliki estimasi kebutuhan 300 liter per minggu. Adapun Kabupaten Minahasa Utara diperkirakan membutuhkan 288 liter, sementara Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sekitar 270 liter.
Hendrik menegaskan Disperindag Sulut akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi MinyaKita di pasar rakyat agar pasokan tetap tersedia dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi di seluruh wilayah Sulawesi Utara (Ren)
Rincian Pemetaan Kebutuhan Pasokan MinyaKita di Pasar Rakyat Sulawesi Utara:
Kota Manado: 2 pasar rakyat pantauan SP2KP, 11 pasar rakyat lainnya, 25 pedagang, kebutuhan 600 liter per minggu.
Kota Bitung: 1 pasar rakyat pantauan SP2KP, 6 pasar rakyat lainnya, 9 pedagang, kebutuhan 300 liter per minggu.
Kota Tomohon: 1 pasar rakyat pantauan SP2KP, tidak ada pasar rakyat lainnya, 8 pedagang, kebutuhan 600 liter per minggu.
Kabupaten Minahasa: 1 pasar rakyat pantauan SP2KP, 9 pasar rakyat lainnya, 27 pedagang, kebutuhan 700 liter per minggu.
Kabupaten Minahasa Selatan: 1 pasar rakyat pantauan SP2KP, 2 pasar rakyat lainnya, 5 pedagang, kebutuhan 300 liter per minggu.
Kabupaten Minahasa Tenggara: 1 pasar rakyat pantauan SP2KP, 1 pasar rakyat lainnya, 29 pedagang, kebutuhan 8.000 liter per minggu.
Kabupaten Minahasa Utara: 1 pasar rakyat pantauan SP2KP, tidak ada pasar rakyat lainnya, 15 pedagang, kebutuhan 288 liter per minggu.
Kota Kotamobagu: 1 pasar rakyat pantauan SP2KP, 2 pasar rakyat lainnya, 15 pedagang, kebutuhan 2.880 liter per minggu.
Kabupaten Bolaang Mongondow: 1 pasar rakyat pantauan SP2KP, 7 pasar rakyat lainnya, 3 pedagang, kebutuhan 800 liter per minggu.
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara: 1 pasar rakyat pantauan SP2KP, 8 pasar rakyat lainnya, 1 pedagang, kebutuhan 1.000 liter per minggu.
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan: 1 pasar rakyat pantauan SP2KP, 2 pasar rakyat lainnya, 5 pedagang, kebutuhan 300 liter per minggu.
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur: 1 pasar rakyat pantauan SP2KP, 6 pasar rakyat lainnya, 4 pedagang, kebutuhan 270 liter per minggu.
Kabupaten Kepulauan Sitaro: 1 pasar rakyat pantauan SP2KP, 2 pasar rakyat lainnya, 8 pedagang, kebutuhan 300 liter per minggu.
Kabupaten Kepulauan Sangihe: 1 pasar rakyat pantauan SP2KP, 1 pasar rakyat lainnya, 13 pedagang, kebutuhan 1.200 liter per minggu.
Kabupaten Kepulauan Talaud: 1 pasar rakyat pantauan SP2KP, 2 pasar rakyat lainnya, 12 pedagang, kebutuhan 800 liter per minggu.
Total keseluruhan:
16 pasar rakyat pantauan SP2KP.
59 pasar rakyat lainnya.
179 pedagang penjual MinyaKita.
Estimasi kebutuhan 18.338 liter MinyaKita per minggu. (Ren)