Kelangkaan Semen Tak Kunjung Usai, Warga Bener Meriah Duga Ada Permainan Tanpa Pengawasan
Mawaddatul Husna July 28, 2026 04:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Kelangkaan material bangunan jenis semen di wilayah Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh hingga kini masih terus berlangsung dan harganya kian tak terkendali. 

Informasi yang diterima Wartawan TribunGayo.com jika langkanya semen telah berlangsung selama sebulan terakhir di Bener Meriah.

Kondisi ini banyak dikeluhkan oleh para rekanan yang sedang melaksanakan kegiatan proyek pemerintah.

Tak hanya rekanan, warga pun turut merasakan dampaknya lantaran saat membutuhkan semen untuk material pembangunan tidak tersedia di pasaran.

Salah seorang konsumen, Juhri Adha atau yang akrab disapa Cek Joe, Selasa (28/7/2026) menyampaikan bahwa saat ini permintaan semen di Bener Meriah sedang sangat tinggi. 

Karena pasokan tersebut dibutuhkan untuk berbagai proyek, mulai dari pembangunan hunian tetap, revitalisasi sekolah, hingga kebutuhan individu warga. 

Ia mengkhawatirkan, lonjakan harga semen yang melebihi pagu anggaran dapat berdampak pada penurunan kualitas infrastruktur. 

Sebab, demi menekan biaya akibat mahal dan langkanya semen, ada potensi pengerjaan bangunan dilakukan dengan mengurangi takaran semen dari yang seharusnya dan pada akhirnya masyarakat jugalah yang dirugikan.

"Kalau semen mahal, bisa saja pengerjaan bangunan yang ada sekarang ini dikurangi semen nya, ini kan yang rugi masyarakat," kata Cek joe.

Perbedaan Harga

Dikatakan, saat ini, lonjakan harga semen di pasaran Bener Meriah terbilang sangat signifikan.

Semen merek Andalas kini dibanderol mencapai Rp 105.000 per sak, sementara semen Padang menyentuh angka Rp 95.000 per sak jauh melampaui harga normal.

Perbedaan harga ini terlihat sangat mencolok jika dibandingkan dengan kawasan tetangga seperti Lhokseumawe dan Aceh Utara.

"Karena langka kami terpaksa harus belanja sendiri ke Lhokseumawe, disana jauh lebih murah ketimbang di Bener Meriah,"ungkapnya.

Menurut Cekjoe, alasan kenaikan harga informasinya dipicu oleh terganggunya jalur distribusi serta terbatasnya pasokan dari pabrik semen. 

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa informasi mengenai kendala tersebut harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat guna mencegah timbulnya spekulasi liar.

Keterbukaan dari pihak produsen maupun distributor sangat penting agar tidak muncul dugaan penimbunan barang atau permainan harga oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan.

"Kita menduga ada permainan di balik kelangkaan ini akibat minimnya pengawasan.

Sehingga aparat penegak hukum diharapkan turun tangan untuk memperketat pengawasan terhadap distribusi dan penjualan semen di pasaran," demikian pungkasnya. (*)

Baca juga: Bener Meriah Targetkan PAD Parkir Rp 150 Juta pada 2026, Pondok Baru Jadi Penyumbang Terbesar

Baca juga: Menjamurnya Juru Parkir di Jalan Pante Raya Bener Meriah Dikeluhkan Pengguna Jalan

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.