Cerita Debut Mitchell Bakker: Badan Lebih Tinggi dari Baggot hingga Sensasi Penuhnya Stadion
Hasiolan Eko P Gultom July 28, 2026 05:57 PM

Cerita Debut Mitchell Bakker: Badan Lebih Tinggi dari Baggot hingga Sensasi Penuhnya Stadion

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Sorotan lampu Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7/2026) malam, tak hanya tertuju pada kemenangan telak Timnas Indonesia atas Kamboja.

Di tengah riuh lebih dari 20 ribu suporter yang memadati Tribun, seorang wajah baru langsung menjelma menjadi pusat perhatian.

Mitchell Bakker tak membutuhkan waktu lama untuk memperkenalkan diri kepada publik sepakbola Indonesia.

Laga debutnya bersama Timnas Indonesia berlangsung nyaris sempurna.

Tiga gol berhasil ia lesakkan ke gawang Kamboja, membawa Skuad Garuda menang meyakinkan 5-1 pada pertandingan pembuka Grup A Piala AFF 2026.

Bagi pemain berusia 19 tahun itu, malam tersebut bukan sekadar debut. 

Itu adalah awal dari perjalanan barunya sebagai bagian dari Indonesia, negara yang kini resmi ia bela setelah menyandang status warga negara Indonesia.

Usai pertandingan, senyum tak pernah lepas dari wajah Mitchell. 

Kebahagiaan itu bukan hanya karena tiga gol yang ia cetak, tetapi juga karena sambutan hangat yang diberikan publik Indonesia.

"Ini adalah perasaan yang luar biasa. Saya sangat bangga kepada keluarga saya, kepada Indonesia, dan kepada semua orang yang hadir di stadion malam ini. Saya bangga menjadi bagian dari tim ini dan tidak sabar menjalani sisa turnamen," ujar Mitchell dalam sesi konferensi pers usai laga.

Di balik penampilan impresifnya, ada momen ringan yang ikut mencairkan suasana konferensi pers.

Mitchell ditanya soal candaan yang berkembang di kalangan suporter.

Sebelumnya, Elkan Baggott dikenal sebagai pemain bertubuh paling jangkung di Timnas Indonesia dan dijuluki "Big Elk". 

Namun setelah dilakukan pengukuran, Mitchell ternyata lebih tinggi satu sentimeter.

Alih-alih canggung, ia justru menanggapinya dengan santai.

"Setelah kami berdiri berdampingan dan diukur, ternyata saya unggul satu sentimeter dari Elkan, jadi saya akan menerimanya," katanya sambil tertawa.

Bukan soal tinggi badan yang paling membekas baginya malam itu.

Atmosfer Stadion Pakansari justru menjadi pengalaman yang sulit ia lupakan.

Gemuruh dukungan ribuan suporter Garuda membuat Mitchell mengaku merasakan sensasi yang belum pernah ia alami sepanjang kariernya.

"Stadionnya benar-benar luar biasa. Atmosfer yang diciptakan para suporter sangat fantastis,"

"Sejujurnya, ini mungkin menjadi pengalaman terbaik yang pernah saya rasakan sepanjang karier saya. Saya belum pernah bermain di stadion yang penuh seperti ini. Dukungan suporter benar-benar mendorong kami sepanjang pertandingan. Rasanya luar biasa," pungkasnya.

MITCHELL BAKER - Aksi Mitchell Baker saat mengikuti pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni 2026 lalu. Kini ia resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan bakal jadi amunisi tambahan Garuda untuk Piala AFF 2026 mendatang.
MITCHELL BAKER - Aksi Mitchell Baker saat mengikuti pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni 2026 lalu. Kini ia resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan bakal jadi amunisi tambahan Garuda untuk Piala AFF 2026 mendatang. (Instagram @_mitchell.baker)

Pujian Dari John Herdman

Penampilan gemilang Mitchell juga mendapat apresiasi dari pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.

Menurut John Herdman, hattrick yang dicetak sang penyerang memang sesuai dengan ekspektasi tim pelatih.

Namun, ia menegaskan keberhasilan tersebut merupakan buah dari permainan kolektif seluruh pemain.

"Mencetak hattrick pada debut internasional di usia 19 tahun, di depan lebih dari 20 ribu penonton, tentu bukan hal yang mudah," kata John Herdman.

Ia menyoroti bagaimana lini tengah dan para pemain lain bekerja keras menciptakan ruang bagi Mitchell.

Pressing tinggi yang dijalankan tim, distribusi bola Thom Haye, hingga kontribusi Eliano dan Donny Tri Pamungkas menjadi bagian penting dari terciptanya tiga gol tersebut.

"Kami melakukan pressing dengan baik, merebut bola di area tinggi, menciptakan banyak umpan silang berkualitas kepada Mitchell. Umpan-umpan Thom Haye malam ini benar-benar berada di level tertinggi. Semua itu menghasilkan peluang, dan pada akhirnya Mitchell mampu menyelesaikannya dengan sangat baik," jelas John Herdman.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.