Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Polres Pringsewu mengimbau seluruh pengguna jalan agar meningkatkan disiplin dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Baca juga: Kronologis Motor Adu Kambing dengan Truk Muatan Pasir di Pringsewu, Pengendara Tewas
Imbauan ini disampaikan menyusul masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kabupaten Pringsewu, yang sebagian besar dipicu oleh kelalaian pengendara sendiri.
Salah satu peristiwa terbaru yang menjadi perhatian adalah kecelakaan yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor setelah gagal mendahului kendaraan di depannya.
Insiden tersebut kembali menjadi pengingat bahwa tindakan berkendara yang berisiko dapat berujung pada hilangnya nyawa.
Kasat Lantas Polres Pringsewu, Iptu I Kadek Gunawan mengatakan, sebagian besar kecelakaan lalu lintas berawal dari rendahnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan berkendara.
Mayoritas kecelakaan bukan semata-mata karena kondisi jalan atau kendaraan, tetapi berawal dari perilaku pengendara yang mengabaikan aturan.
“Mulai dari tidak menggunakan helm standar, melaju dengan kecepatan tinggi, mendahului secara sembarangan, hingga kurang memperhatikan situasi di sekitar saat berkendara," kata Kadek,Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, penggunaan helm berstandar SNI masih menjadi persoalan yang kerap ditemukan di lapangan.
Tidak sedikit pengendara maupun penumpang yang masih mengabaikan perlengkapan keselamatan, padahal helm merupakan pelindung utama untuk meminimalkan risiko cedera fatal saat terjadi kecelakaan.
“Kami masih menemukan pengendara yang tidak memakai helm, atau hanya mengenakan helm tanpa mengaitkan tali pengamannya. Padahal, perlengkapan keselamatan bukan sekadar untuk menghindari penindakan petugas, tetapi untuk melindungi diri sendiri,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti perilaku berkendara yang semakin mengkhawatirkan, seperti kebut-kebutan di jalan raya, melawan arus, menggunakan telepon genggam saat mengemudi, hingga memaksakan diri menyalip di lokasi yang tidak aman.
“Jangan menganggap jalan raya sebagai arena balap. Beberapa detik ingin lebih cepat sampai tidak sebanding dengan risiko kehilangan nyawa. Keselamatan harus menjadi prioritas utama setiap pengguna jalan,” tegasnya.
Kadek mengajak masyarakat membangun budaya tertib berlalu lintas yang dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mematuhi rambu-rambu, menggunakan helm dan sabuk pengaman, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta menghormati hak pengguna jalan lainnya.
“Kami berharap masyarakat menjadikan setiap kecelakaan sebagai pelajaran bersama. Jangan menunggu menjadi korban baru kemudian menyadari pentingnya keselamatan. Keluarga menunggu kita pulang dengan selamat, bukan pulang membawa duka,” pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)