Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- Warga Kampung Cilodong, Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi terpaksa menyuci dan mengambil air di sungai yang jaraknya 2 kilometer lebih dari rumah imbas kekeringan.
Mesin pompa milik warga yang biasa digunakan untuk mengalirkan air kini sudah tidak lagi mampu mengeluarkan air karena sumbernya sudah mengering.
Akibat kondisi tersebut, warga terpaksa memanfaatkan dua aliran sungai Cipamingkis dan sungai Ciheo yang berjarak 2 kilometer untuk keperluan mencuci pakaian dan mandi.
Iin (40) warga Desa Ridomanah terpaksa memanfaatkan dua aliran sungai yang berjarak 2 kilometer dari permukimannya untuk mencuci pakaiannya dan membawa air untuk mandi.
"Ya terpaksa nyuci di sini, susah airnya engga ada engga keluar air sumurnya sama PAMnya," kata Iin saat diwawancara pada Selasa (28/7/2026).
Ia menyebut, kondisi ini sudah dialami selama dua bulan dan menjadi yang terparah dibandingkan tahun lalu.
Pasalnya, tahun lalu saat kekeringan masih bisa menggunakan air PDAM. Akan tetapi, saat ini airnya jarang keluar.
Sehingga untuk kebutuhan memasak dirinya membeli air.
"Kalau dari sungai buat nyuci baju, nyuci piring atau paling mandi. Kalau masak beli air lagi," kata dia.
Warga lainnya Ida Siti Fatimah mengatakan, pompa airnya sudah susah keluar air. Dirinya harus memancing air agar bisa keluar.
"Iya harus dipancing pompa airnya biar keluar," kata dia.
Bahkan, ketika sudah keluar airnya pun untuk mengisi torennya lama sampai 2 jam untuk penuh.
Sehingga, kekurangan airnya dirinya selalu membeli ke penjual air drigen keliling.
"Airnya saya beli jadinya, soalnya toren diisi penuhnya sampai 2 jam," kata dia. (MAZ)