Mau Ikut Magang Nasional Tahun Depan? Uang Saku Bakal Naik
GH News July 28, 2026 06:09 PM
Jakarta -

Tahun depan akan ada kenaikan uang saku untuk peserta Magang Nasional. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan, besaran uang saku menyesuaikan kenaikan upah minimum setiap daerah.

Pemerintah biasanya menggodok upah minimum setiap akhir tahun. Kemudian, upah minimum yang baru akan berlaku pada Januari tahun berikutnya.

Menaker mengatakan saat ini uang saku peserta magang dibayarkan penuh oleh pemerintah selama enam bulan. Contohnya di Jakarta, peserta magang memperoleh sekitar Rp 5,7 juta per bulan. Kemudian contoh lain di Bekasi dan Karawang, peserta magang mendapat sekitar Rp 5,9 juta per bulan.

"Jadi kalau magangnya di Jakarta uang sakunya Rp 5,7 juta sekarang, dikali 6 bulan. Mungkin tahun depan naik lagi karena setara dengan upah minimum. Di Bekasi, di Karawang itu Rp 5,9 juta. Pemerintah yang membayar full ditransfer langsung ke rekening ," jelas Yassierli saat pembukaan Pameran Job Fair AI Career Boost Today 2026 di Kantor Kemnaker di Jakarta, Selasa (28/7/2026), dikutip dari detikfinance.

Tahun ini pemerintah membuka kuota peserta magang 150 ribu, Terdapat peningkatan dari 2025 yang sebesar 100 ribu peserta.

Menaker menyampaikan sekitar 30% peserta tahun lalu langsung memperoleh tawaran kerja dari perusahaan mereka magang. Selain itu, ia mengatakan semakin banyak perusahaan yang ingin bergabung dalam program tersebut. Walau begitu, pemerintah tetap melakukan verifikasi terhadap setiap lowongan magang supaya sesuai dengan kompetensi peserta.

"Tapi kita buka sistemnya akuntabel, transparan. Perusahaan mengunggah dulu lowongan magangnya, kami verifikasi, kita tidak mau ada magang itu yang lulusan S1 teknik disuruh magang jadi resepsionis. Karena kata perusahaan ini mumpung lagi gratis. Ini yang kita kawal. Suruh jadi sopir, kita kawal, coret," jelas Menaker.

Ilyas Fadilah
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.