Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet
TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Polres Morowali memeriksa tujuh saksi terkait kasus amuk massa tewaskan Wawan Sudirman (33) di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu (25/7/2026).
Wakapolres Morowali Kompol I Nyoman Raka Arya Wiyasa, pemeriksaan saksi untuk melengkapi bukti dan data yang diperlukan dalam penyidikan.
"Selain pemeriksaan saksi, kami juga mengamankan CCTV dari lokasi sekitar," kata I Nyoman Raka Arya Wiyasa saat diwawancarai Tribunpalu.com, di ruang kerjanya Polres Morowali, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Selasa (28/7/2026)
Polres Morowali memastikan proses penyelidikan terus berjalan dan akan dilakukan secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Baca juga: Ketua Himas Sulteng Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Main Hakim Sendiri di Morowali
Diketahui, amuk massa yang menewaskan Wawan beredar di media sosial dan Viral.
Dalam berbagai video beredar, sang pria yang mengenakan kaos berwarna hijau tua itu awalnya dituding sebagai pencuri motor.
Aksinya tertangkap tangan oleh pemilik motor yang saat itu tengah berbelanja di pusat perbelanjaan.
Teriakan korban kemudian mengundang perhatian warga setempat.
Sang pria yang dituding mencuri itupun tak bisa meloloskan diri dan memilih bersembunyi dari amuk massa di dalam toko.
Hanya saja, sang pria tak bisa lolos dari massa yang terus berdatangan dan meringsek masuk ke dalam toko.
Sang pria hanya bisa pasrah saat ditarik paksa keluar dari toko untuk menghadapi kemarahan warga.
Baca juga: Pria Diamuk Massa di Bahomakmur Morowali, Salah Siapa?
Sejumlah orang di lokasi kejadian tampak melayangkan pukulan dan tendangan ke arah korban secara bertubi-tubi.
Polisi yang tiba di lokasi tak bisa langsung mengamankan pria itu.
Aksi main hakim warga itu berakhir setelah polisi berhasil membawa pria yang tak sadarkan diri itu dari lokasi.
Fakta Lain
Beberapa netizen di media sosial mengungkap fakta lain dari insiden amuk massa tewaskan Wawan.
Netizen menyebut Wawan kala itu hanya memindahkan motor di parkiran untuk mengeluarkan kendaraannya.
Pria kelahiran 24 Januari 1993 itu kemudian diteriaki maling namun memilik tak kabur hingga akhirnya dikepung massa.
Baca juga: Jenazah Korban Amuk Massa di Morowali Dikebumikan di Sinjai
Kala itu, Wawan hanya bisa bersembunyi di dalam toko.
Terungkap pula anak kedua dari lima bersaudara itu merupakan pengantin baru yang membiayai kebutuhan adiknya.
Ibunya meninggal pada tahun 2011, sedangkan ayahnya meninggal pada Januari 2026.
Wawan dimakamkan di kampung halamannya.
Isak tangis keluarga mengantar kepergian Wawan ke pemakaman.(*)