1.509 Warga Sorong Positif Malaria Semester I 2026, Dinkes: API Masih Jauh di Atas Target Nasional
Intan July 28, 2026 06:32 PM

TRIBUNSORONG.COM, SORONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sorong mencatat sebanyak 1.509 warga terkonfirmasi positif malaria sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Angka tersebut menunjukkan penularan malaria di Kota Sorong tinggi, bahkan indikator Annual Parasite Incidence (API) masih hampir lima kali lipat di atas target nasional.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jenny Isir, mengatakan selama enam bulan pertama tahun ini pihaknya telah memeriksa 32.547 orang atau sekitar 77 persen dari target pemeriksaan sebanyak 42.427 orang.

“Dari hasil pemeriksaan itu ditemukan 1.509 orang positif malaria. Sementara estimasi kasus malaria yang harus ditemukan tahun ini sebanyak 3.518 kasus,” kata Jenny usai Sosialisasi Percepatan Eliminasi Malaria di Hotel Rylich Panorama, Kota Sorong, Selasa (28/7/2026).

Baca juga: Dinkes Kota Sorong Gelar Sosialisasi Percepatan Eliminasi Malaria

Baca juga: Kisah Wali Kota Sorong Lolos dari Malaria: Septinus Lobat Ajak Warga Syukuri Bantuan Kelambu

Ia menjelaskan, dari total pasien yang dinyatakan positif, sebanyak 1.324 orang atau 87,67 persen telah mendapatkan pengobatan sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Meski cakupan pengobatan cukup tinggi, tantangan terbesar masih terlihat dari angka Annual Parasite Incidence (API).

Annual Parasite Incidence (API) atau Angka Insidensi Parasit Tahunan adalah indikator utama yang digunakan dalam bidang kesehatan masyarakat untuk mengukur tingkat keparahan dan risiko penularan malaria di suatu wilayah.

Secara sederhana, API menunjukkan jumlah kasus positif malaria yang ditemukan per 1.000 penduduk dalam kurun waktu satu tahun.

Hingga Juni 2026, API Kota Sorong tercatat mencapai 4,90 per 1.000 penduduk, sedangkan target nasional berada di bawah 1 per 1.000 penduduk.

Menurut Jenny, kondisi tersebut menunjukkan penularan malaria di Kota Sorong masih tergolong tinggi sehingga diperlukan upaya yang lebih agresif untuk menurunkan angka kasus.

“Artinya Kota Sorong masih berada di atas target nasional. Karena itu diperlukan langkah yang lebih masif agar penularan malaria bisa ditekan,” ujarnya.

Data Dinas Kesehatan juga menunjukkan empat distrik menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni Distrik Malaimsimsa, Distrik Sorong Barat, Distrik Sorong Manoi, dan Distrik Sorong Kepulauan.

Baca juga: Kasus Malaria Kota Sorong Turun ke 2.818 Pascapuncak 3.925: Kelambu Massal Jadi Kunci Eliminasi

Baca juga: Wali Kota Lobat Bagi Kelambu, Perkuat Komitmen Kota Sorong Eliminasi Malaria di Tahun 2029

Untuk mempercepat penurunan kasus, Dinkes Kota Sorong menggandeng berbagai pihak melalui Sosialisasi Percepatan Eliminasi Malaria.

Kegiatan tersebut melibatkan organisasi perangkat daerah, pemerintah distrik, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi masyarakat, hingga tokoh masyarakat.

Jenny menilai eliminasi malaria tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap semua pihak ikut berperan aktif dan berkolaborasi mendukung percepatan eliminasi malaria sehingga Kota Sorong dapat mencapai target eliminasi pada 2028 hingga 2029, sebagai bagian dari target Indonesia bebas malaria pada 2030,” katanya.(tribunsorong.com/Ismail Saleh)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.