Ancaman Cuaca Buruk Selama Juli-Agustus, Penyeberangan Selat Bali Sewaktu-Waktu
Haorrahman July 28, 2026 07:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Aktivitas penyeberangan di Selat Bali dapat dihentikan sementara sewaktu-waktu apabila kondisi cuaca memburuk. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang, kendaraan, serta awak kapal, terutama saat ancaman cuaca ekstrem meningkat pada periode Juli hingga Agustus.

Seperti pada Selasa (28/7/2026). Penyeberangan lintasan Ketapang-Gilimanuk ditutup selama sekitar 1,5 jam, mulai pukul 10.11 WIB hingga 12.45 WIB, akibat kondisi angin kencang dan gelombang tinggi yang dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Keputusan penutupan sementara dilakukan oleh ASDP Cabang Ketapang bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi, Satpel Pelabuhan Penyeberangan BPTD Kelas II Jawa Timur, BMKG, serta kepolisian setempat.

General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, mengatakan setiap keputusan operasional penyeberangan selalu mengacu pada kondisi cuaca maritim dan hasil koordinasi dengan seluruh pihak terkait.

"Keselamatan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap layanan penyeberangan. Penundaan operasional dilakukan semata-mata sebagai langkah mitigasi risiko ketika kondisi cuaca belum memenuhi standar keselamatan pelayaran," ujar Arief.

Baca juga: Cuaca Buruk Tangkapan Nelayan Muncar Banyuwangi Menurun, Harga Ikan Melonjak

Menyesuaikan Kondisi Cuaca

Arief menjelaskan, pola operasional penyeberangan bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca di lapangan. Apabila kondisi kembali aman, layanan akan segera dibuka untuk melayani pengguna jasa.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, ASDP terus melakukan pemantauan cuaca maritim secara berkala serta memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait.

Selain itu, ASDP menyiapkan sejumlah strategi untuk mengurangi dampak penghentian sementara layanan, terutama terhadap kendaraan logistik dan arus perjalanan masyarakat.

Salah satunya dengan mengaktifkan buffer zone di kawasan Bulusan sebagai lokasi penampungan sementara kendaraan yang belum dapat menyeberang.

Setelah operasional kembali berjalan, ASDP akan mengoptimalkan kesiapan armada untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan yang terbentuk selama masa penundaan.

Baca juga: Cuaca Buruk Selat Bali Ganggu Penyeberangan, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Macet 3 Kilometer

Pengaturan Arus Kendaraan

Dari sisi darat, ASDP juga berkoordinasi dengan Polresta Banyuwangi untuk mengatur pergerakan kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang agar tetap tertib dan mencegah kepadatan berlebih.

"Kami menyiapkan berbagai langkah antisipatif secara terpadu, mulai dari pemantauan cuaca, penyediaan buffer zone, kesiapan armada, hingga pengaturan lalu lintas bersama kepolisian. Upaya ini kami lakukan agar dampak penyesuaian operasional dapat diminimalkan sekaligus menjaga kelancaran layanan," jelas Arief.

ASDP mengimbau masyarakat yang akan menggunakan jasa penyeberangan Ketapang-Gilimanuk untuk memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan perjalanan.

Pengguna jasa, khususnya kendaraan logistik dan masyarakat dengan agenda perjalanan penting, juga diminta menyesuaikan waktu keberangkatan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Arief menyampaikan, ASDP memahami penghentian sementara layanan dapat berdampak pada pengguna jasa maupun pelaku usaha logistik. Namun, langkah tersebut diperlukan sebagai bentuk mitigasi ketika terjadi kondisi cuaca ekstrem.

"ASDP juga memahami bahwa penundaan operasional dapat menimbulkan ketidaknyamanan, khususnya bagi pengguna jasa dan pelaku usaha logistik. Karena itu, dalam kondisi force majeure akibat cuaca ekstrem, tiket yang telah dibeli tetap berlaku dan dapat digunakan kembali setelah operasional penyeberangan dibuka," tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.