TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang menghadiri panen jagung massal sekaligus menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Kelompok Tani Baitel Batusaiki di Kelurahan Molas, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan strategis ini menjadi bagian dari komitmen nyata Pemkot Manado dalam memperkuat sektor pertanian perkotaan, sekaligus mendorong ketahanan pangan daerah.
Langkah ini dicapai melalui sinergi kuat antara pemerintah, kelompok tani, masyarakat, tokoh agama/gereja, penyuluh pertanian, TNI-Polri, hingga jajaran pemerintah pusat.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Manado Atto RM Bulo, Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Manado Janny Ohy, Camat Bunaken Herry Anwar, serta Kapoksi Pendampingan Modernisasi Pertanian BRMP Sulut Fredy Lala.
Hadir pula Ketua Kelompok Tani Baitel Batusaiki Rio Macpal, Ketua Komisi PSDD Yanto Salindeho, Ketua BPMJ GMIM Baitel Batusaiki Pdt. Tommy Lineleyon serta jajaran penyuluh pertanian setempat.
Dalam sambutannya, Richard Sualang memberikan apresiasi tinggi kepada Kelompok Tani Baitel Batusaiki yang sukses mengoptimalkan lahan pertanian hingga berhasil melakukan panen jagung.
Menurut Richard, potensi lahan tidur yang ada di ibu kota Provinsi Sulut ini harus terus dimanfaatkan dan diusahakan secara produktif agar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Tanah yang subur kalau tidak diusahakan dan ditanami, tentu tidak akan memberikan berkat. Karena itu, apa yang dilakukan kelompok tani hari ini patut kita syukuri,” ujar Richard Sualang.
Ia menilai keberhasilan panen ini menjadi bukti sahih bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan pertanian, meski Manado berstatus sebagai wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan.
“Ini menunjukkan bahwa pemerintah dan masyarakat, termasuk kelompok-kelompok agama, penyuluh pertanian, TNI dan Polri, dapat bersinergi untuk memajukan pertanian dan melaksanakan ketahanan pangan di Kota Manado,” jelasnya.
Kader PDI Perjuangan ini menekankan bahwa produk pertanian kini memiliki nilai ekonomi tinggi.
Selain dikonsumsi rumah tangga, hasil panen bisa dipasarkan lebih luas, digunakan sebagai pakan ternak, hingga mendukung kebutuhan komunitas jemaat.
Ia berharap peningkatan produksi pertanian lokal dari Manado terus mencatatkan tren positif karena memiliki efek berganda terhadap perekonomian dan daya beli masyarakat.
“Kalau hasil pertanian ini sampai ke masyarakat dan pasar, tentu daya beli masyarakat juga akan bertambah," sebutnya.
Baca juga: Warga Bitung Korban Pencurian, Kerugian Capai Rp 75 Juga, Tak Sampai 24 Jam Polisi Tangkap Pelaku
Baca juga: Lirik Lagu Usi Mutonkai Lanan - Various Artists
Di akhir sambutan, Richard juga meminta instansi terkait untuk terus mengawal sektor pertanian lokal sebagai salah satu instrumen utama dalam program penanganan inflasi daerah melalui stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan.
Atas nama Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Pemkot Manado, Richard Sualang menutup kegiatan dengan menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, BRMP Sulut, TNI-Polri dan penyuluh pertanian.(*)