TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Perselisihan antar warga di Mamuju terjadi di sebuah desa, penyebabnya seorang warga diduga memiliki ilmu hitam.
Bhabinkamtibmas Polsek Tapalang Polresta Mamuju kemudian bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian untuk mencegah konflik berkembang, Senin (27/7/2026).
Baca juga: Sulbar Berpeluang Dapat Tambahan 1.250 Kuota Bedah Rumah Pemprov Kebut Pendataan
Baca juga: Pembinaan Paskibra Sulbar 4-18 Agustus Kesbangpol Liibatkan TNI-Polri dan PPI
Setibanya di lokasi, Bhabinkamtibmas bersama Kepala Dusun dan tokoh masyarakat segera mempertemukan pihak yang diduga menyebarkan informasi, dengan warga yang menjadi sasaran tuduhan.
Mediasi dilakukan secara kekeluargaan dengan disaksikan oleh keluarga kedua belah pihak serta sejumlah masyarakat setempat.
Dalam proses mediasi, seluruh pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan keterangan masing-masing.
Berkat pendekatan persuasif dan musyawarah yang dilakukan, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara damai.
Mereka saling memaafkan, berkomitmen untuk tidak lagi memperpanjang persoalan, serta menjaga hubungan baik demi terciptanya kerukunan di lingkungan masyarakat.
"Kami mengimbau agar masyarakat tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan isu yang belum jelas kebenarannya karena dapat memicu kesalahpahaman dan mengganggu situasi kamtibmas," ujar Kapolsek Tapalang Iptu Amiruddin. (*)