TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin mendorong perguruan tinggi mengambil peran lebih besar dalam membangun ekosistem koperasi modern. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Sarasehan Perkoperasian dalam rangka Hari Koperasi ke-79 di Auditorium Perpustakaan UIN Syekh Wasil Kediri, Selasa (28/7/2026).
Menurut Gus Qowim, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha, tetapi juga menjadi gerakan ekonomi rakyat yang dibangun atas semangat gotong royong. Nilai tersebut dinilai semakin penting di tengah persaingan ekonomi global yang semakin kompetitif.
Ia menilai sinergi antara koperasi dan dunia pendidikan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Perguruan tinggi dinilai memiliki potensi besar melalui riset, inovasi, dan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan zaman.
"Perguruan tinggi memiliki kekuatan intelektual, riset, inovasi, dan generasi muda yang kreatif sehingga dapat bersinergi dengan koperasi," kata Gus Qowim.
Baca juga: Akibat Gagal Nanjak, Truk Muatan Baja Terguling di Ponorogo Jatim
Menurutnya, kolaborasi itu dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kerja sama. Mahasiswa dapat menghadirkan inovasi digital bagi koperasi, dosen memberikan pendampingan manajemen usaha, sementara pusat penelitian menghasilkan model pengembangan koperasi modern yang aplikatif.
Di sisi lain, koperasi juga dapat menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa dan akademisi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, kewirausahaan, serta berbagai inovasi yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Gus Qowim juga mengungkapkan berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Kediri terdapat 235 koperasi aktif. Jumlah tersebut memang menurun dibandingkan tahun sebelumnya, namun kondisi itu merupakan bagian dari proses penyehatan kelembagaan koperasi.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Kediri lebih mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas koperasi. Menurutnya, koperasi harus memiliki tata kelola yang sehat, profesional, transparan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi para anggotanya.
"Yang kita kejar bukan sekadar jumlah koperasi, tetapi kualitas koperasi yang sehat, profesional, transparan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat," tegasnya.
Gus Qowim mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, koperasi, pelaku UMKM, perguruan tinggi, perbankan, hingga masyarakat untuk memperkuat kolaborasi.
"Saya percaya apabila pemerintah, koperasi, pelaku UMKM, dunia pendidikan, perbankan, dan seluruh elemen masyarakat berjalan bersama, maka Kota Kediri akan memiliki fondasi ekonomi rakyat yang semakin kokoh," ujarnya.
(Tribunmataraman.com)