PLN Hadirkan Smart Farming IoT untuk Budidaya Melon di Malang
Wiwit Purwanto July 28, 2026 07:07 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA – PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek (PUSMANPRO) melalui Unit Pelaksana Manajemen Konstruksi (UPMK) II meluncurkan program Smart Farming berbasis Internet of Things (IoT) di Desa Kluwut, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan greenhouse melon yang dikelola BUMDes Sumber Makmur sekaligus mempercepat modernisasi sektor pertanian.

Sebelum program ini berjalan, proses budidaya melon di greenhouse masih dilakukan secara manual, mulai dari penyemprotan, pencampuran nutrisi, hingga pemantauan kondisi lingkungan.

Operasional greenhouse juga masih mengandalkan pasokan listrik milik warga tanpa sistem cadangan, sehingga berisiko mengganggu budidaya saat terjadi pemadaman listrik.

Melalui program tersebut, PLN memasang jaringan listrik sekaligus menghadirkan perangkat otomatisasi pertanian berbasis IoT. 

Baca juga: Dua Teknologi Baru PLN UID Jatim Curi Perhatian di Surabaya Electric Forum 2026

Sistem ini memanfaatkan sensor kelembapan tanah, suhu, dan cuaca yang memantau kondisi tanaman secara real-time.

Data yang diterima sensor langsung dikirim ke perangkat pintar milik petani. Ketika kelembapan tanah berada di bawah batas yang ditentukan, sistem akan otomatis membuka katup air dan menyalurkan air beserta nutrisi melalui sistem fertigasi tetes menuju area perakaran tanaman.

Petani dan Karang Taruna Dilibatkan

Tak hanya menyediakan infrastruktur dan teknologi, PLN juga memberikan pelatihan pengoperasian sistem Smart Farming serta penyuluhan pemasaran kepada 14 petani penerima manfaat utama.

Sebanyak 68 anggota Karang Taruna turut dilibatkan sebagai penerima manfaat lanjutan. Mereka dipersiapkan menjadi operator teknologi pertanian yang mampu mendukung pengembangan pertanian modern di desa.

Peresmian program dihadiri Camat Wonosari A.K. Wisnu Aji, Plt Kepala Dusun Ngrejo Efendi, Ketua BPD Desa Kluwut Purjoko, Babinsa Serda Johan Arianto, Bhabinkamtibmas Bripka Yudi Purwanto, Ketua BUMDes Sumber Makmur Vincensius Sari, perwakilan AUN Foundation Yunan Miftahul Alam, serta jajaran PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek.

Baca juga: Dari Kebun Anggur Kediri, PLN UIT JBM Ukir Prestasi di TOP CSR Awards 2026

Camat Wonosari A.K. Wisnu Aji mengapresiasi hadirnya program tersebut karena diyakini mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjadi contoh penerapan teknologi bagi petani di wilayah lain.

"Program ini diharapkan dapat memberikan efek positif bagi masyarakat dan menjadi inspirasi bagi para petani lainnya," ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Salah seorang petani penerima manfaat, Suwarno, mengaku terbantu dengan hadirnya teknologi yang mempermudah proses budidaya melon.

"Saya sangat senang sekali karena baru kali ini kami dibantu dengan peralatan modern seperti ini. Terima kasih PLN," katanya.

PLN Dorong Pertanian Modern Berkelanjutan

General Manager PLN PUSMANPRO, Aan Ridhoana Fitriaji, menegaskan PLN tidak hanya berperan sebagai penyedia pasokan listrik, tetapi juga berkomitmen menjadi mitra pembangunan melalui program pemberdayaan masyarakat.

"PLN tidak hanya berperan dalam menyediakan pasokan listrik yang andal, tetapi juga berkomitmen menjadi mitra pembangunan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui program Electrifying Agriculture berupa Smart Farming yang kami implementasikan di Desa Kluwut," ujarnya.

Melalui penerapan Smart Farming berbasis IoT, PLN berharap efisiensi produksi, produktivitas, serta pendapatan petani dapat terus meningkat.

"Selain itu, pemanfaatan teknologi di sektor pertanian juga diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk kembali terjun ke dunia pertanian modern, sekaligus menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan," pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.