Dukung Swasembada Pangan, Lapas Pemuda Madiun Budidaya 1.000 Ayam Petelur & Berdayakan Warga Binaan
Sudarma Adi July 28, 2026 07:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN — Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui optimalisasi program pembinaan kemandirian warga binaan di bidang pertanian, peternakan, hingga perikanan.

Terbaru, Lapas Pemuda Madiun mulai membudidayakan sebanyak 1.000 ekor ayam petelur yang diproyeksikan menjadi salah satu komoditas utama penopang ketahanan pangan di lingkungan lapas.

Kalapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat serta kementerian terkait.

Baca juga: Pencatutan Nama Bupati Hari Wuryanto dalam Kasus Aplikasi DigiDes Madiun, Bupati: Ben Dosa Dewe

"Program ketahanan pangan terus kami tingkatkan sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan Bapak Presiden dan Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Terbaru kami menerima 1.000 ekor ayam petelur," ujar Rudi, Selasa (28/7/2026).

Komoditas Lengkap: Dari Kambing Hingga Sayuran

Tidak hanya peternakan ayam petelur, Lapas Pemuda Madiun juga mengelola berbagai sektor usaha budidaya lainnya secara terintegrasi:

  • Peternakan: Mengembangkan ternak kambing, ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), serta bebek.
  • Perikanan: Membudidayakan ikan lele, patin, nila, dan gurame.
  • Pertanian: Menanam beragam kebutuhan pangan harian seperti cabai, tomat, terong, dan kangkung.

Pengembangan seluruh sektor ini didukung pula dengan pembenahan sarana dan prasarana di dalam area lapas demi menunjang optimalisasi hasil produksi.

Bekal Kemandirian Bagi Warga Binaan

Selain berkontribusi pada ketersediaan pangan, program ini dirancang sebagai sarana edukasi dan pembekalan bagi para warga binaan.

Mereka dilatih secara langsung mulai dari proses perawatan, tata kelola hasil panen, hingga manajemen usaha.

Rudi berharap, bekal keterampilan dan pengalaman kerja yang didapat selama menjalani masa pidana dapat menjadi modal berharga saat mereka kembali ke tengah masyarakat kelak.

"Lewat program ini kami memberdayakan warga binaan agar memiliki kemampuan dan pengalaman kerja. Harapannya, setelah selesai menjalani masa pidana mereka dapat hidup mandiri, produktif, dan diterima kembali oleh masyarakat," pungkas Rudi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.