TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Wilayah Jawa Barat tampaknya masih terus diguncang aktivitas seismik pada Selasa (28/7/2026).
Setelah dua kali diguncang gempa bumi pada pagi hari, giliran wilayah Pangandaran dan Bogor yang mencatatkan tiga kali aktivitas gempa berturut-turut sejak sore hingga jelang malam.
Berdasarkan laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dua gempa mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran, sementara satu gempa dangkal mengguncang kawasan Kota Bogor.
Gempa pertama pada sore hari tercatat terjadi di laut lepas sebelah selatan Pangandaran pada pukul 15.59 WIB. BMKG melaporkan gempa ini berkekuatan Magnitudo 2,9 dengan pusat gempa berada di kedalaman 27 km.
Info Gempa 1: Mag: 2,9 | Waktu: 28-Jul-2026 15:59:29 WIB
Lokasi: 8.78 LS - 108.15 BT (126 km Selatan Kab. Pangandaran, Jabar)
Kedalaman: 27 km
Tak berselang lama, Pangandaran kembali diguncang gempa kedua yang kekuatannya lebih besar, yakni Magnitudo 4,5 pada pukul 16.21 WIB. Berbeda dari sebelumnya, gempa kali ini berpusat lebih dekat ke daratan dengan kedalaman yang lumayan dalam, yakni 126 km.
Info Gempa 2: Mag: 4,5 | Waktu: 28-Jul-2026 16:21:26 WIB
Lokasi: 7.72 LS - 108.36 BT (15 km Barat Kab. Pangandaran, Jabar)
Kedalaman: 126 km
Menjelang malam, giliran wilayah Bogor yang mendeteksi getaran gempa bumi tektonik dangkal pada pukul 17.54 WIB. Gempa bermagnitudo 2,0 tersebut berpusat di darat pada kedalaman 10 km.
Info Gempa 3: Mag: 2,0 | Waktu: 28-Jul-2026 17:54:18 WIB
Lokasi: 6.72 LS - 106.56 BT (29 km Barat Daya Kota Bogor, Jabar)
Kedalaman: 10 km
Pihak BMKG mengingatkan bahwa informasi awal ini mengutamakan kecepatan data sehingga hasil pengolahan belum sepenuhnya stabil dan dapat berubah seiring masuknya data kelengkapan terbaru dari stasiun pemantau.
Masyarakat di sekitar wilayah Pangandaran dan Bogor diimbau untuk tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Pantau terus pembaruan informasi gempa bumi di Jawa Barat hanya di portal Tribunpriangan.com.
Baca juga: Ternyata Pagi Tadi Jabar Diguncang 2 Gempa, Usai 9 Kali Gempa Sejak Senin Malam
Sebelumnya, wilayah Jawa Barat kembali diguncang gempa bumi pada Selasa (28/7/2026) pagi.
BMKG mencatat setidaknya ada dua kali guncangan berturut-turut di dua wilayah perairan selatan Jabar, yakni Sukabumi dan Pangandaran.
Guncangan ini menambah rentetan aktivitas seismik di wilayah Jawa Barat yang tercatat sudah mengalami 9 kali gempa bumi sejak Senin (27/7/2026) malam.
Gempa pertama pada Selasa pagi mengguncang kawasan Kabupaten Sukabumi pada pukul 08:06:52 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,9. Pusat gempa berada di laut, berjarak 125 kilometer arah selatan Kabupaten Sukabumi pada kedalaman 14 kilometer (Koordinat: 8.08 LS - 106.84 BT).
Hanya berselang 15 menit, gempa susulan kembali terjadi di wilayah selatan Jawa Barat. Kali ini giliran Kabupaten Pangandaran yang digoyang gempa berkekuatan Magnitudo 2,5 pada pukul 08:21:10 WIB.
Berdasarkan data BMKG, episentrum gempa berada di laut pada jarak 68 kilometer selatan Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 59 kilometer (Koordinat: 8.29 LS - 108.67 BT).
BMKG memberikan catatan bahwa data awal ini mengutamakan kecepatan penyampaian informasi kepada masyarakat.
"Hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data yang masuk," tulis BMKG dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).
Baca juga: Gempa Terkini Jabar: BMKG Catat 9 Gempa Beruntun di Bandung Hingga Bogor Sejak Semalam
Berikut dua laporan gempa terkini di Jawa Barat dari BMKG Wilayah II
9 Kali Gempa Sejak Senin Malam hingga Selasa Usai Subuh
Sebelumnya, wilayah Jawa Barat diguncang serangkaian gempa bumi dangkal secara beruntun sejak Senin (27/7/2026) sore hingga Selasa (28/7/2026) pagi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya terjadi 9 kali aktivitas gempa di beberapa wilayah Jabar, dengan gempa terkini mengguncang kawasan Sukabumi pada Selasa pagi pukul 05.17 WIB.
Dari sekian banyak rentetan gempa, wilayah Kabupaten Bandung menjadi area yang paling sering diguncang aktivitas gempa bumi dengan pusat di darat.
Tercatat sebanyak 5 kali gempa terjadi di titik lokasi yang berdekatan, yaitu sekitar 25–26 kilometer arah Selatan Kabupaten Bandung dengan kedalaman sangat dangkal (3–10 km).
Berikut rincian rentetan gempa bumi yang mengguncang Jawa Barat berdasarkan catatan resmi BMKG:
Rincian Data Gempa BMKG (27–28 Juli 2026)
Senin, 27 Juli 2026
Selasa, 28 Juli 2026
BMKG menegaskan bahwa informasi awal ini mengutamakan kecepatan data. Hasil pengolahan data masih dapat berubah seiring dengan masuknya data pelengkap dari stasiun pemantau gempa lainnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta selalu memperbarui informasi resmi melalui kanal BMKG.
Sebelumnya, gempa bumi di Jawa Barat mengguncang Tasikmalaya pada Senin (27/7/2026) dini hari tadi.
BMKG melaporkan gempa terkini di Jawa Barat mengguncang Tasikmalaya pada pukul 01.28 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,5.
Pusat gempa bumi ditunjukkan BMKG di peta informasinya berada di laut, 100 Km Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Titik pusat gempa berada pada kedalaman 17 Km, merupaja gempa dengan kedalaman yang cukup dangkal.
Namun, BMKG masih memberikan catatan disclaimer bahwa seluruh informasi gempa hari ini tersebut disampaikan dengan mengutamakan kecepatan penyiaran data publik.
"Info Gempa Mag:2.5, 27-Jul-2026 01:28:23 WIB, Lok: 8.13 LS - 107.65 BT, 100 km Barat Daya KAB-TASIKMALAYA-JABAR, Kedlmn: 17 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG di akun X @bmkgwilayah2, Senin (27/7/2026) dini hari.
Baca juga: 3 Gempa Hari Ini di Jabar Guncang Bandung, Bogor dan Sukabumi, Ini Kata BMKG
Skala Gempa
Berdasarkan skala MMI yang dikutip dari laman BMKG, berikut info MMI yang dapat dipelajari.
I MMI: Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
II MMI: Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.
III MMI: Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.
IV MMI: Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.
V MMI: Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI: Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI: Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.
VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.
IX MMI: Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.
X MMI: Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI: Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.
XII MMI: Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Berikut tindakan yang perlu kamu lakukan saat gempa terjadi.
1. Tetap tenang
2. Di dalam rumah
3. Di luar ruangan
4. Di kerumunan
5. Di gunung atau dataran tinggi
6. Pusat gempa di laut
7. Di dalam kendaraan