BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Realisasi program cetak sawah di Kabupaten Tanahbumbu mengalami penyusutan drastis dari rencana awal.
Dari usulan awal Pemerintah Kabupaten Tanahbumbu seluas 2.770 hektare pada tahun 2025 lalu ke Kementerian Pertanian, luas lahan yang terealisasi untuk pengerjaan konstruksi akhirnya menyusut menjadi 894 hektare.
Penyusutan bertahap ini terjadi setelah melalui tahapan Survey, Investigation, and Design (SID) oleh kementerian yang menghasilkan angka 2.364 hektare.
Angka ini kembali disesuaikan oleh tim pelaksana SID dari Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) menjadi 2.258,95 hektare yang dinilai siap menuju kontrak pengerjaan.
Baca juga: Danantara Dukung PNM Perkuat Ekonomi Keluarga Prasejahtera untuk Masa Depan Anak
Baca juga: Lantik Kades PAW Desa Kambitin, Bupati H Fani Ingatkan Keberlanjutan Program Tabalong Smart
“Maka diperoleh lah hasil yang bisa ditindaklanjuti, untuk menuju kontrak dengan pelaksana di angka 2.258,95 hektare,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Tanah Bumbu melalui Kepala Bidang Penyuluhan, Prasarana dan Sarana (P2SP), Erwin Novikar, Senin (27/7/2026).
Namun, saat hendak dieksekusi, sejumlah wilayah terpaksa dikeluarkan dari kontrak. Di Desa Tapus, Kecamatan Teluk Kepayang, usulan seluas 106 hektare dibatalkan karena biaya pengerjaannya membengkak hingga Rp 60 juta per hektare akibat harus membangun tanggul besar. Biaya ini jauh melampaui Rencana Anggaran Biaya (RAB) Nasional yang sebesar Rp 35 juta per hektare.
Selain masalah biaya, faktor cuaca juga membatalkan pengerjaan lahan seluas 976,7 hektare di kawasan Serdangan. Meski SID telah selesai, tingginya curah hujan membuat pengerjaan fisik tidak memungkinkan untuk dilaksanakan pada tahun itu.
“Serdangan ini sudah ada SID selesai, cuma gara-gara masuk musim hujan sehingga tidak bisa dikerjakan karena musim itu. Dan akhirnya diusulkan ulang di tahun 2026,” jelas Erwin.
Adanya dinamika tanah di lapangan serta penyesuaian aspirasi warga akhirnya menyisakan area realisasi seluas 894 hektare di Kecamatan Kusan Tengah.
Area ini tersebar di Desa Satiung seluas 384 hektare, Desa Karya Bakti seluas 276 hektare, dan Desa Salimuran seluas 234 hektare, yang mencakup pencetakan fisik serta fasilitas pendukung seperti saluran air, tanggul, dan pintu air.
Pemanfaatan lahan ini sempat diwarnai kendala teknis pada tahun 2025. Dari 116 hektare lahan yang sempat diolah penyedia, seluruhnya gagal ditanam dan kembali ditumbuhi rumput akibat keterlambatan distribusi paket bibit dari kementerian setelah penebaran dolomit.
Untuk mengantisipasi hal serupa pada target penanaman tahun 2026 ini, DKPP Tanah Bumbu meminta kementerian menyelaraskan alur bantuan antar-direktorat.
Pengolahan lahan dan bantuan bibit diharapkan datang berurutan tanpa jeda agar lahan yang siap olah tidak terbengkalai lagi.
Sementara itu, untuk kawasan Serdangan, pemkab kembali mengajukan usulan baru seluas 1.200 hektare yang mencakup area lama dan tambahan 300 hektare. (banjarmasinpost.co.id/muhammad fikri)