Terduga Pencuri Kotak Amal Musala di Tulungagung Tewas Pasca Kecelakaan saat Berusaha Kabur
Samsul Arifin July 28, 2026 07:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Upaya pencurian kotak amal di Musala Al Materjo, Dusun Tlusung, Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, berakhir dengan meninggalnya terduga pelaku.

AW (57), pria asal Dusun Mondo Barat, Desa Mondo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis.

AW meninggal dunia di ruang ICU RSUD dr Iskak Tulungagung pada Selasa (28/7/2028) sekitar pukul 04.00 WIB.

Sebelumnya, AW mengalami luka serius setelah terjatuh saat berusaha melarikan diri usai aksinya diketahui warga. Polisi menyebut benturan keras pada bagian kepala menjadi penyebab kondisi korban terus menurun hingga akhirnya meninggal.

Kapolsek Karangrejo, Iptu Medianto, membenarkan AW meninggal akibat luka yang dialami saat kecelakaan ketika mencoba kabur.

"Terjadi benturan keras di bagian kepala yang akhirnya membuat meninggal dunia," ujar Medi, Selasa siang.
Menurut Medi, peristiwa dugaan pencurian tersebut terjadi pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Saat itu, aksi AW diketahui oleh warga sekitar sehingga membuatnya panik dan berusaha meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor Suzuki Shogun bernomor polisi AG 6593 CO.

Baca juga: Diduga Hilang Keseimbangan, Kakek 86 Tahun di Tulungagung Ditemukan Meninggal dalam Sumur

Terjatuh Saat Putar Arah Hindari Warga

Saat hendak melarikan diri, AW menghadapi situasi tak terduga. Dari arah depan muncul warga lain yang membuatnya mencoba melakukan putar arah secara mendadak.

Manuver tersebut membuat sepeda motor yang dikendarainya kehilangan keseimbangan hingga terjatuh.

"Saat jatuh itu kepalanya membentur paving jalan dengan keras," tegasnya.

Akibat kejadian tersebut, AW sempat mendapat penanganan medis di zona merah IGD RSUD dr Iskak Tulungagung sebelum akhirnya dipindahkan ke ruang ICU untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Namun, setelah beberapa hari menjalani perawatan, kondisi AW tidak membaik hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus

Terkait proses hukum, Polsek Karangrejo memastikan penyelidikan perkara tersebut dihentikan karena terduga pelaku telah meninggal dunia.

Kapolsek Karangrejo mengatakan pihaknya akan melakukan gelar perkara sebagai bagian dari penghentian proses penyelidikan.

"Tahapnya masih penyelidikan. Karena AW meninggal dunia, perkaranya dihentikan," katanya.
Sebelumnya, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi tersebut. Barang bukti itu di antaranya linggis, tang, kunci Inggris, lima obeng, enam kunci pas, serta alat cukit.

Selain peralatan tersebut, polisi juga menyita uang sebesar Rp12 ribu yang diduga berasal dari kotak amal yang hendak dibongkar.

Aksi Pembobolan Kotak Amal Belum Berhasil

Polisi memastikan aksi pembobolan kotak amal di Musala Al Materjo belum sampai menyebabkan kerugian besar karena pelaku lebih dulu diketahui warga.

"Belum sempat kotak amal itu dibongkar seluruhnya, aksinya ketahuan warga lalu dia melarikan diri. Belum ada tersangka dalam perkara ini," pungkasnya.

Sebelumnya, polisi sempat mengalami kendala dalam mengungkap identitas terduga pelaku karena AW tidak membawa kartu identitas saat kejadian.

Petugas kemudian melakukan penelusuran melalui nomor polisi sepeda motor yang digunakan AW saat beraksi.

Dari hasil pelacakan, kendaraan tersebut diketahui milik kerabat AW yang berada di Desa Mondo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Melalui pemilik kendaraan tersebut, polisi akhirnya berhasil mengetahui identitas pria yang diduga mencoba mencungkil kotak amal Musala Al Materjo tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.