TRIBUNJOGJA.COM - Pernah merasa baterai HP sekarang jauh lebih cepat habis dibanding saat pertama kali dibeli?
Baterai memang punya umur, jadi seiring waktu kemampuannya menyimpan daya akan menurun.
Tapi cara kita menggunakan dan mengisi daya juga punya pengaruh yang cukup besar.
Ada beberapa kebiasaan yang kelihatannya sepele, tapi kalau dilakukan terus-menerus bisa membuat baterai lebih cepat kehilangan kapasitasnya.
HP Panas Saat Dicas, Jangan Dianggap Biasa
HP terasa hangat ketika sedang dicas sebenarnya masih wajar.
Yang perlu diperhatikan adalah ketika suhunya sudah terlalu tinggi.
Panas menjadi salah satu musuh utama baterai lithium-ion.
Apple dan Samsung sama-sama memperingatkan bahwa penggunaan atau pengisian daya dalam suhu ekstrem dapat mempercepat penurunan kondisi baterai.
Samsung merekomendasikan penggunaan ponsel mereka pada kisaran 0 sampai 35 derajat Celsius.
Itulah kenapa bermain game berat sambil mengecas bisa jadi kombinasi yang kurang baik.
Prosesor bekerja keras, pengisian daya juga menghasilkan panas, dan suhu perangkat bisa ikut naik.
Kalau HP sudah terasa panas, beri jeda sebentar.
Sering Dibiarkan 100 Persen?
Mengisi baterai sampai 100 persen bukan sesuatu yang harus ditakuti.
Yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan membiarkan baterai terus berada dalam kondisi penuh dalam waktu lama.
Semakin lama baterai berada di level tinggi, semakin besar pula tekanan yang diterimanya.
Karena itu, beberapa HP sekarang punya fitur perlindungan baterai.
iPhone, misalnya, memiliki Optimized Battery Charging dan pilihan batas pengisian pada model tertentu.
Fitur tersebut dibuat untuk mengurangi waktu baterai berada dalam kondisi penuh.
Jadi kalau HP kamu punya fitur semacam ini, tidak ada salahnya diaktifkan.
Menunggu HP Mati Total Sebelum Dicas
Kebiasaan lain yang masih sering dilakukan adalah menunggu baterai benar-benar habis sebelum mencolokkan charger.
Untuk baterai lithium-ion modern, hal itu tidak diperlukan. Pengisian sebagian sepanjang hari tidak akan merusak baterai.
Malah, yang perlu dihindari adalah membiarkan HP mati karena kehabisan baterai lalu disimpan begitu saja dalam waktu lama. Kondisi kosong yang terlalu lama bisa mempercepat penurunan kondisi baterai.
Jadi tidak perlu menunggu angka 1 persen atau sampai HP mati.
Kalau memang sudah perlu dicas, ya tinggal colok.
Main Game Sambil Cas, Boleh Tidak?
Boleh. Yang perlu dilihat adalah suhunya.
Ketika bermain game berat, komponen di dalam HP bekerja lebih keras.
Jika dilakukan sambil mengisi daya, panas yang dihasilkan bisa semakin tinggi.
Kalau hanya sesekali dan suhu perangkat masih normal, tidak perlu panik.
Tapi kalau HP sudah panas sampai tidak nyaman disentuh, lebih baik berhenti sebentar.
Dalam urusan baterai, panas yang terus-menerus jauh lebih layak diperhatikan daripada sekadar apakah HP sedang dipakai ketika dicas.
Charger Murah Pasti Merusak Baterai?
Belum tentu.
Harga charger tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan.
Yang lebih penting adalah apakah charger dan kabel tersebut memang sesuai dengan perangkat dan memiliki kualitas yang baik.
Samsung sendiri menyarankan penggunaan adaptor yang sesuai dan memperingatkan bahwa adaptor yang tidak kompatibel dapat menimbulkan masalah pada perangkat.
Jadi jangan asal memilih charger hanya karena harganya jauh lebih murah.
Apalagi kalau spesifikasi dan asal produknya tidak jelas.
Jadi, Apa yang Harus Dilakukan?
Sebenarnya tidak perlu sampai stres melihat persentase baterai setiap saat.
Hindari panas berlebih, jangan sengaja menunggu HP mati sebelum dicas, gunakan fitur perlindungan baterai kalau tersedia, dan pakai charger yang sesuai.
Selebihnya, pakai HP seperti biasa.
Baterai tetap akan menua karena memang begitu sifat baterai isi ulang. Yang bisa kita lakukan adalah memperlambat prosesnya agar kapasitasnya tidak cepat turun.
Jadi kalau suatu hari HP yang dulu kuat dipakai seharian mulai sering mencari colokan, jangan langsung menyalahkan chargernya.
Bisa jadi baterainya memang sudah lelah setelah menemani kita selama bertahun-tahun.
(MG Farhatiy Rijal)