TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan akan memperingati Hari Anak Nasional melalui serangkaian kegiatan yang melibatkan anak-anak, sekolah, serta sejumlah organisasi sebagai upaya memperkuat perlindungan dan pemenuhan Hak Anak di daerah perbatasan.
Kepala DSP3A Nunukan, Faridah Aryani, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat bahwa pemenuhan hak dan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama.
"Momentum Hari Anak ini bagaimana kita mendorong penguatan perlindungan serta pemenuhan hak-hak anak di Kabupaten Nunukan. Kita juga bersinergi dengan sekolah-sekolah dan organisasi lainnya untuk memberikan penguatan tentang hak-hak anak," ujar Faridah Aryani kepada TribunKaltara.com, Selasa (28/7/2026).
Menurut Faridah Aryani, peringatan Hari Anak Nasional tahun ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara DSP3A Nunukan dan Dinas Pendidikan Nunukan.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi mengenai Hak Anak sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan technical meeting pada 5 Agustus. Selanjutnya pada 6 Agustus digelar berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak usia PAUD dan taman kanak-kanak (TK), seperti lomba panggung, gerak dan tari, fashion show, serta sejumlah kegiatan kreatif lainnya.
Adapun puncak peringatan Hari Anak Nasional di Kabupaten Nunukan dijadwalkan berlangsung pada 8 Agustus dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Faridah Aryani mengatakan, melalui kegiatan tersebut pemerintah ingin menanamkan pemahaman bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan, mendapat perlindungan dari segala bentuk kekerasan, serta berpartisipasi dalam lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya.
Ia menambahkan, keberhasilan perlindungan anak tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Peran keluarga, sekolah, organisasi masyarakat, hingga komunitas dinilai sangat penting dalam memastikan hak-hak anak terpenuhi.
"Kita semua harus waspada terhadap berbagai persoalan yang dihadapi anak. Karena itu, peran keluarga, sekolah, organisasi masyarakat, dan pemerintah harus berjalan bersama agar anak-anak mendapatkan perlindungan yang optimal," katanya.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional, DSP3A Nunukan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan anak semakin meningkat sehingga Kabupaten Nunukan dapat menjadi lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan ramah bagi setiap anak.
(*)
Penulis: Fatimah Majid