Keluarga Donald Trump dijadikan target pembunuhan.
Media afiliasi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memutar video aksi bernada ancaman kepada Melania Trump, dan putranya, Barron.
Lebih tepatnya, Tasnim disebut telah mempublikasikan sebuah video bernada ancaman pada Senin (27/7/2026).
Tayangan berbahasa Persia tersebut secara terbuka mendorong para pendukungnya untuk melakukan aksi pembunuhan terhadap Ibu Negara AS, Melania Trump.
Video propaganda itu memanfaatkan berbagai informasi publik mengenai detail aktivitas sehari-hari istri presiden Amerika Serikat tersebut.
Materi tersebut mencantumkan lokasi sejumlah toko serba ada di Manhattan tempat Melania Trump biasa menghabiskan waktu untuk berbelanja.
Tayangan itu turut memaparkan indikasi protokol keamanan yang biasa diterapkan, seperti pembersihan tempat sampah di sepanjang jalan menjelang kunjungannya.
Narasi dalam video mengajak para pejuang radikal untuk memanfaatkan racun agen saraf dalam melancarkan aksi penyerangan.
Secara rinci, laporan tersebut membeberkan nama dari tiga penata gaya pribadi yang bekerja langsung untuk sang Ibu Negara.
Pihak pembuat video menyarankan skenario penyuapan terhadap para penata gaya agar menyisipkan racun berbahaya pada pakaian Melania.
Tidak berhenti pada Ibu Negara, fokus ancaman dalam rekaman propaganda tersebut juga menyasar anggota keluarga Trump lainnya.
Di penghujung klip, sang narator melontarkan ancaman langsung yang ditujukan khusus kepada putra presiden, Barron Trump.
Peringatan keras tersebut menyasar pemuda berusia 20 tahun yang saat ini tengah menempuh pendidikan perguruan tinggi di Washington.
Publikasi video provokatif ini menandai eskalasi ketegangan baru yang membahayakan keselamatan fisik keluarga Presiden Amerika Serikat.