Chat Perselingkuhan Terbongkar, Istri Syok saat Lihat Isi Percakapan Suami dan Wanita Selingkuhan
Randy P.F Hutagaol July 28, 2026 08:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang istri memutuskan bercerai setelah mengetahui suaminya berselingkuh dengan wanita lain.

Ia semakin syok usai menemukan isi percakapan antara suaminya dengan wanita selingkuhan yang berisi permintaan agar sang suami tidak berhubungan intim dengan istrinya karena dianggap tidak higienis.

Dikutip dari Eva, Selasa (28/7/2026), peristiwa tersebut terjadi di Kota Taichung, Taiwan.

Wanita yang pilih berceraid Engan sang suami itu diketahui bernama nyonya Tran. Ia telah lama menjalani kehidupan rumah tangga bersama suaminya.

Selama bertahun-tahun, pernikahan mereka berjalan cukup damai tanpa persoalan berarti. Namun, pasangan tersebut belum juga dikaruniai anak meski telah lama menikah.

Keinginan untuk memiliki buah hati menjadi harapan terbesar Nyonya Tran. Ia mengaku telah menempuh berbagai cara demi mewujudkan impiannya membangun keluarga kecil yang lengkap dengan kehadiran anak.

Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari berkonsultasi dengan sejumlah dokter hingga mengonsumsi berbagai jenis obat dengan harapan segera memperoleh kabar kehamilan.

Sayangnya, seluruh usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Harapan yang terus dipupuk selama bertahun-tahun justru berakhir dengan rasa kecewa karena dirinya tak kunjung hamil.

Di tengah kesedihan akibat belum memiliki anak, Nyonya Tran justru menemukan fakta lain yang mengguncang rumah tangganya. Suatu ketika, ia secara tidak sengaja membuka telepon seluler milik suaminya. Saat memeriksa bagian pesan, ia mendapati sang suami ternyata sering berkomunikasi dengan seorang wanita muda.

Rasa penasaran membuat Nyonya Tran membaca isi percakapan antara keduanya. Dari sanalah ia mengetahui bahwa suaminya telah menjalin hubungan dengan wanita lain di belakang dirinya.

Temuan tersebut sekaligus menjawab pertanyaan yang selama ini mengganjal di benaknya. Selama beberapa tahun terakhir, suaminya disebut kerap menjaga jarak dan menghindarinya. Semula ia mengira perubahan sikap tersebut berkaitan dengan persoalan belum hadirnya anak dalam rumah tangga mereka.

Namun, setelah membaca seluruh percakapan itu, Nyonya Tran mengetahui bahwa penyebab sebenarnya bukanlah masalah keturunan. Sang suami ternyata telah memiliki hubungan asmara dengan wanita lain.

Berdasarkan isi percakapan yang ditemukan, suaminya diketahui beberapa kali mengatur pertemuan dengan wanita tersebut. Kepada istrinya, ia berdalih sedang menjalani perjalanan dinas setiap kali bertemu dengan selingkuhannya.

Tak hanya itu, pria tersebut juga disebut memberikan berbagai hadiah mewah kepada wanita tersebut. Hadiah yang diberikan antara lain berupa tas tangan dan kalung dengan harga yang tidak murah.

Meski merasa sangat terluka akibat perselingkuhan itu, Nyonya Tran mengaku masih dibuat lebih terkejut setelah membaca percakapan lanjutan antara suaminya dan wanita tersebut.

Dalam isi pesan itu, wanita selingkuhan disebut meminta agar suami Nyonya Tran menjauhi istrinya dan tidak melakukan hubungan intim dengannya. Bahkan, apabila hubungan intim dengan istri tidak dapat dihindari, wanita tersebut meminta agar sang suami menggunakan kondom.

Alasan yang disampaikan wanita itu membuat Nyonya Tran semakin syok. Dalam percakapan tersebut, wanita selingkuhan mengaku meminta penggunaan kondom karena menganggap hubungan intim dengan istri pria tersebut tidak higienis.

Setelah mengetahui seluruh fakta itu, Nyonya Tran menilai tidak ada lagi harapan untuk mempertahankan rumah tangganya. Ia akhirnya memutuskan mengakhiri pernikahannya melalui perceraian.

Selain menggugat cerai suaminya, Nyonya Tran juga mengajukan gugatan perdata terhadap wanita yang menjadi selingkuhan suaminya. Gugatan itu diajukan karena ia menilai wanita tersebut telah melanggar hak-haknya sebagai istri.

Dalam persidangan yang digelar belum lama ini, wanita yang digugat memberikan bantahan atas tuduhan tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui bahwa pria yang menjalin hubungan dengannya telah memiliki seorang istri.

Ia juga menyatakan bahwa isi percakapan bernada menggoda melalui pesan singkat tidak dapat dijadikan bukti bahwa dirinya dan pria tersebut pernah melakukan hubungan seksual.

Meski demikian, Nyonya Tran menghadirkan sejumlah bukti di persidangan. Bukti-bukti tersebut menunjukkan bahwa suaminya dan wanita itu kerap bertemu serta menjalin hubungan yang telah melampaui batas hubungan pertemanan biasa.

Setelah mempertimbangkan bukti yang diajukan, pengadilan akhirnya memutuskan bahwa wanita tersebut bertanggung jawab atas perbuatannya. Majelis hakim menghukum wanita itu untuk membayar ganti rugi kepada Nyonya Tran sebesar lebih dari Rp192 juta.

Putusan tersebut sekaligus mengakhiri sengketa hukum yang bermula dari terbongkarnya perselingkuhan sang suami melalui pesan-pesan di telepon seluler. Kasus ini pun menjadi sorotan karena isi percakapan antara pria tersebut dan wanita selingkuhannya dinilai tidak biasa, terutama terkait permintaan agar sang suami tidak berhubungan intim dengan istrinya atau menggunakan kondom apabila hubungan tersebut tidak dapat dihindari.

(cr31/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.