TRIBUNNEWS.COM - Beberapa minuman, seperti jus dan teh tertentu, dapat membantu menurunkan tekanan darah secara alami.
Mengutip verywellhealth.com, minuman tersebut dapat dikonsumsi bersama obat-obatan dan pola makan sehat untuk membantu mengendalikan tekanan darah tinggi.
Hipertensi memengaruhi hampir separuh orang dewasa di AS dan dapat menyebabkan masalah serius seperti penyakit jantung jika tidak ditangani.
Secangkir teh setiap hari dapat membantu menjaga tekanan darah tetap sehat. Sebuah meta-analisis menemukan bahwa konsumsi teh hijau atau teh hitam selama lebih dari tiga bulan dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.
Teh hijau kemungkinan memiliki efek yang lebih kuat terhadap tekanan darah dibandingkan teh hitam.
Jus bit mengandung senyawa yang disebut nitrat yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.
Saat mengonsumsi makanan atau minuman kaya nitrat, tubuh mengubah senyawa alami tersebut menjadi oksida nitrat, yang dapat memperlebar pembuluh darah.
Ketika pembuluh darah melebar, jantung tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memompa darah sehingga tekanan darah dapat menurun.
Penelitian menunjukkan bahwa penderita hipertensi yang mengonsumsi jus bit dapat mengalami penurunan tekanan darah sistolik.
Baca juga: 10 Manfaat Minum Air Seduhan Jahe di Pagi Hari: Turunkan Tekanan Darah, Kurangi Stres dan Mual
Sebuah penelitian menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi jus tomat tanpa garam setiap hari selama satu tahun mengalami penurunan tekanan darah.
Para peserta juga mengalami penurunan kadar kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL).
Saat memilih jus tomat, cari produk yang berlabel "rendah natrium" atau "tanpa tambahan natrium" untuk menghindari konsumsi garam berlebihan yang dapat meningkatkan tekanan darah seiring waktu.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jus delima secara rutin dapat membantu menurunkan tekanan darah.
Sebuah meta-analisis menemukan bahwa minum jus delima setiap hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.
Buah delima kaya akan nutrisi yang baik bagi tubuh, termasuk:
Vitamin C
Folat
Antioksidan
Untuk menghindari konsumsi gula berlebihan, pilih jus delima tanpa tambahan pemanis.
Mengonsumsi berbagai jenis jus buah beri dan buah beri utuh dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.
Sebuah tinjauan penelitian menemukan bahwa konsumsi jus ceri atau jus cranberry dapat membantu menurunkan tekanan darah.
Seperti jenis jus lainnya, pilih produk tanpa pemanis tambahan agar tidak mengonsumsi gula berlebihan.
Mengonsumsi produk olahan susu rendah lemak, seperti susu skim, dapat membantu menjaga tekanan darah tetap sehat.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi susu rendah lemak berkaitan dengan tekanan darah yang lebih rendah.
Namun, diperlukan lebih banyak bukti karena para peneliti belum dapat memastikan bahwa konsumsi susu benar-benar menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat membantu mempertahankan tekanan darah yang sehat. Namun, minum air putih biasanya tidak secara langsung menurunkan tekanan darah, kecuali jika seseorang mengalami dehidrasi.
Usahakan minum sekitar delapan gelas air setiap hari untuk mencegah dehidrasi dan mendukung kesehatan jantung.
Beberapa jenis minuman dapat meningkatkan risiko hipertensi. Jika Anda memiliki atau berisiko mengalami tekanan darah tinggi, pertimbangkan untuk menghindari atau membatasi minuman berikut:
Alkohol: Penelitian menunjukkan adanya hubungan kuat antara konsumsi alkohol dan hipertensi. Bagi banyak orang, semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, semakin tinggi pula tekanan darah sistoliknya. Alkohol juga dapat mengganggu kerja obat tekanan darah.
Karena itu, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui apakah konsumsi alkohol dalam jumlah tertentu aman bagi Anda.
Kafein: Minuman berkafein, seperti kopi, dapat meningkatkan tekanan darah. Penelitian menemukan bahwa konsumsi rutin kopi, minuman energi, teh, atau soda dapat meningkatkan tekanan darah.
Soda: Konsumsi soda secara rutin dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi soda biasa cenderung memiliki tekanan darah lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya. Namun, soda rendah kalori atau soda diet mungkin tidak memberikan efek yang sama.
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat dipertimbangkan antara lain:
(*)