SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), menjadi program Pemerintah Pusat yang mengundang banyak reaksi masyarakat.
Terkait masa depan program KDMP ini, khususnya di Kota Batu, Pengusaha sekaligus Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto, menilai keberhasilan ini tidak hanya bergantung pada besarnya modal maupun lokasi usaha saja.
Namun, juga ditentukan oleh kualitas manajemen yang nantinya mengelola Kopdes.
“Saya melihat dari sudut pandang seorang pedagang dan pelaku bisnis, yang terpenting dari mengelola sebuah bisnis terletak pada manajemennya,” kata Ludi Tanarto kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (28/7/2026).
Bagi pria yang sudah puluhan tahun terjun didunia bisnis ini, hidup mati sebuah bisnis sangat ditentukan dari kepemimpinan yang profesional.
Hal ini tak hanya diterapkan untuk usaha koperasi saja, namun juga toko, maupun jenis usaha lainnya.
Baca juga: Ini Penyebab Kopdes di Kota Batu Belum Beroperasi Meski Gerai Rampung Dibangun dan Telah Diresmikan
“Benar. Poinnya terletak pada sistem manajemen yang dijalankan,” ujarnya.
Bicara soal Kopdes Merah Putih, Ludi mengatakan, hingga saat ini efektivitas pengelolaan KDMP masih belum dapat dinilai, karena belum terlihat seperti apa kualitas manajemen yang akan diterapkan nantinya.
“Belum beroperasi, sehingga kita belum melihat seperti apa nantinya kekuatan manajemen di Koperasi Merah Putih,” jelasnya.
Pihaknya berharap anggaran besar untuk mewujudkan koperasi di setiap desa ini nantinya juga diimbangi dengan manajemen yang mumpuni, sehingga Kopdes dapat tumbuh, berkembang serta memberi manfaat bagi masyarakat, bukan hanya segelintir orang.
Lain cerita jika nantinya pengelolaan koperasi tidak dilakukan secara baik dan terkesan asal-asalan, maka menurutnya tujuan awal dibangunnya koperasi untuk kesejahteraan masyarakat akan sulit tercapai.
“Syukur-syukur jika nanti mendapatkan manajer yang memang memiliki kapabilitas untuk menggerakkan koperasi, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya."
"Tapi kalau manajernya tidak memiliki visi bisnis, saya kok pesimis,” tuturnya.
Untuk menumbuhkan rasa optimis ini, lanjut Ludi, Kopdes wajib dipimpin manajer yang paham dengan bisnis dan dunia usaha.
Tak serta merta hanya berkutat pada modal, lokasi dan manajer yang kuat secara fisik dan mental saja.
“Dalam berdagang itu bukan hanya soal tempat dan modal."
"Yang terpenting adalah bagaimana manajemennya benar-benar efektif."
"Lokasinya boleh saja berada di pinggir perdesaan, tetapi kalau manajemennya bagus, bisa memanfaatkan penjualan secara daring dan berbagai peluang lainnya, bisa jadi usaha itu akan berkembang,” pungkasnya.
Baca juga: Bakal Ada Tersangka, Begini Rangkuman Proses Hukum Dugaan Korupsi Pasar Induk Among Tani Kota Batu