WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Kebakaran hebat yang melanda permukiman di Jalan Kramat I, dekat Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026) malam, memaksa petugas menutup sementara Jalan Raya Kebayoran Lama dari dua arah.
Penutupan dilakukan untuk memperlancar proses pemadaman sekaligus menjamin keselamatan warga dan pengguna jalan.
Hingga malam hari pukul 21.00, petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan masih berjibaku mengendalikan kobaran api yang membakar rumah-rumah warga.
Baca juga: Pramono Anung Soroti Kebiasaan Warga Jakarta yang Bisa Memicu Kebakaran saat Musim Kemarau
Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar lokasi dialihkan. Meski demikian, sejumlah pengendara masih nekat menerobos area yang dipenuhi selang pemadam kebakaran.
"Enggak bisa lewat sini, enggak bisa," teriak seorang warga sambil menghentikan pengendara yang berusaha melintas.
Untuk mencegah kendaraan memasuki area berbahaya, warga memasang boks kayu di tengah jalan sebagai penanda bahwa jalur tersebut ditutup sementara.
Baca juga: Kebakaran Hebat di Kebayoran Lama Merembet ke Pabrik Obat, Terdengar Ledakan
Pantauan di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB menunjukkan sedikitnya enam unit mobil pemadam kebakaran telah diterjunkan. Setibanya di lokasi, petugas langsung menyemprotkan air ke titik-titik api yang terus membesar.
Di tengah kepanikan, warga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah. Sepeda motor, pakaian, hingga tabung gas elpiji 3 kilogram dan 12 kilogram dievakuasi untuk menghindari risiko kebakaran yang lebih besar.
Petugas pemadam juga terus mengingatkan warga yang berkerumun agar tidak menghambat proses pemadaman.
"Awas... awas... bapak-bapak, ibu-ibu yang tidak berkepentingan agar jangan menghalangi," seru salah seorang petugas di lokasi.
Dugaan sementara, objek yang terbakar merupakan rumah tinggal di kawasan padat penduduk.
Sementara itu, jumlah rumah yang terbakar maupun terdampak, penyebab kebakaran, luas area yang dilalap api, jumlah kepala keluarga dan warga terdampak, korban luka maupun korban jiwa, serta nilai kerugian material masih didata oleh petugas berwenang.