WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Perusahaan induk Gojek dan GoPay, yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dijadwalkan merilis kinerja keuangan periode kuartal kedua dan semester I-2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu atau year on year (yoy).
GOTO dijadwalkan akan merilis laporan keuangan non-audit pada Rabu 29 Juli 2026 yang diharapkan hasilnya bisa melanjutkan performa positif yang sudah dicatatkan di kuartal I-2026.
Menjelang rilis laporan keuangan ini, data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) saham GOTO masih menjadi salah satu incaran untuk bertransaksi di BEI.
Terlihat dari data transaksi selama kuartal II-2026 yang menunjukkan saham GOTO berada di posisi kedua dengan volume transaksi tertinggi di pasar modal Indonesia.
Baca juga: Richard Lee Murka di Persidangan, Saksi Akui Diarahkan Doktif Sebelum Buat BAP
Transaksi perdagangan saham GOTO berada di urutan kedua terbesar, mencapai 163,16 miliar saham, atau 8,05 persen dari saham yang diperdagangkan di BEI pada kuartal 2 tersebut.
Pada posisi pertama, saham dengan transaksi terbesar secara volume yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebanyak 231,85 miliar saham atau 11,44?ri total saham yang ditransaksikan di BEI.
Secara nilai perdagangan (value), paling besar yakni masih dicatatkan bank dengan kapitalisasi pasar terbesar yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak Rp195,09 triliun.
Baca juga: Dokter Soroti Pentingnya Perawatan Skin Barrier untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak
Adapun sepanjang pekan lalu per 24 Juli, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) saham GOTO senilai Rp13,2 miliar.
Mengacu data BEI, aksi akumulasi tersebut terjadi di tengah pergerakan harga saham GOTO yang masih bertahan di level Rp50 per saham.
Harga saham GOTO telah berada di kisaran tersebut selama hampir dua bulan sejak pengumuman implementasi kebijakan komisi ojek online (ojol) 8 % pada 1 Mei 2026.
Per kuartal I-2026, perusahaan mampu mencatatkan laba bersih untuk pertama kali sebesar Rp171 miliar, dibandingkan dengan rugi bersih Rp367 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: BPBD Bekasi Salurkan 2,7 Juta Liter Air untuk Warga Terdampak Kekeringan
Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo mengatakan pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah menjadi momen penting bagi perusahaan.
Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha.
“GoTo mencapai titik ini berkat dukungan jutaan mitra driver di seluruh Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, mendukung kesejahteraan, serta memperkuat berbagai dukungan yang dapat kami berikan kepada mitra driver,” kata Hans dalam siaran persnya.