TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebakaran menghanguskan sebuah bangunan yang difungsikan sebagai kantor sekaligus gudang obat di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026) malam.
Buntut kebakaran bangunan yang beralamat di Jalan Raya Kebayoran Lama Nomor 557, RT 6/RW 1, Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama tersebut, ditaksir kerugian mencapai Rp 3 miliar.
Api pertama kali terlihat sekira pukul 18.45 WIB. Kebakaran baru bisa dipadamkan seluruhnya pada pukul 21.00 WIB setelah 28 unit mobil pemadam serta 185 personel pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat kebakaran.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan Asril Rizal mengatakan api pertama kali muncul di lorong belakang sebelah kiri gudang mesin Thermatik Chamber atau ruang pengkondisian suhu obat.
Titik api tersebut pertama kali diketahui seorang petugas keamanan.
Baca juga: Kebakaran Terjadi di Kebayoran Lama Jakarta Selatan, Warga Dengar Ledakan Sebelum Api Membesar
Lantas, petugas keamanan tersebut berusaha memadamkan api menggunakan Alat pemadam Api Ringan (APAR).
Tetapi upaya tersebut tidak berhasil dan api pun membesar.
Hingga akhirnya, petugas keamanan melapor ke pihak Damkar dan petugas pemadam kebakaran tiba tak lama kemudian.
Kebakaran tersebut diduga karena adanya korsleting listrik. "Dugaan awal fenomena kelistrikan," ujar Asril Rizal.
Bintara Data Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Agus Taufik Hidayat mengatakan api tidak menghanguskan seluruh isi gudang.
Sebagian stok obat masih berhasil diselamatkan karena petugas mampu mengendalikan kobaran api sebelum menjalar ke seluruh bangunan.
Material yang terbakar didominasi kemasan berbahan plastik dan kardus, sementara mesin produksi berada di bagian depan bangunan sehingga tidak seluruh fasilitas terdampak.
Usai proses pendinginan, lokasi dinyatakan aman.
Polisi telah berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dan akan melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.
Warga sekitar bernama Arya mengaku sempat mendengar suara ledakan dari arah belakang bangunan yang terbakar sebelum api membesar.
"Ada suara ledakan di belakang. Asap doang, enggak lama merah," katanya.
Baca juga: Bukan Sekadar APAR, Sistem Proteksi Kebakaran Masih Kurang Dipahami
Sementara, warga lainnya bernama Sari mengetahui adanya kebakaran setelah mendengar teriakan warga yang meminta pertolongan.
"Saya lagi di kamar, tiba-tiba dengar ada yang teriak api. Saya langsung keluar untuk cek, ternyata apinya sudah mulai membesar, jadi saya segera telepon pemadam," ujarnya.
Sari mengaku tidak mengetahui penyebab awal kebakaran.
Namun, ia mendengar informasi dari warga bahwa kobaran api telah menjalar hingga ke area pabrik yang berada di sekitar permukiman.
(Tribunnews.com/ wartakota/ Ramadhan LQ)