Wae Rebo Masih Tutup karena Cuaca Buruk, Ini Kampung Tradisional di Manggarai Jadi Alternatif Wisata
Cristin Adal July 29, 2026 04:47 AM

 

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – Kawasan wisata Kampung Adat Wae Rebo di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih ditutup sementara untuk kunjungan wisata hingga Selasa (28/7/2026). Penutupan dilakukan menyusul kondisi cuaca buruk yang meningkatkan risiko longsor di jalur pendakian menuju kampung adat tersebut.

Informasi penutupan diumumkan melalui akun Instagram @waerebo.official. Dalam pengumuman itu disebutkan bahwa aktivitas wisata dihentikan sementara hingga kondisi cuaca kembali membaik dan dinyatakan aman bagi wisatawan.

Lembaga Pelestari Budaya Waerebo (LPBW) menjelaskan, keputusan tersebut diambil demi menjaga keselamatan wisatawan, pemandu lokal, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan Wae Rebo.

Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan jalur trekking menuju Wae Rebo berpotensi mengalami longsor dan membahayakan pengunjung.

Baca juga: Cuaca Buruk, Wisatawan Diimbau Tunda Perjalanan ke Kampung Wae Rebo NTT

Bagi wisatawan yang telah merencanakan perjalanan ke Manggarai, masih terdapat sejumlah kampung tradisional yang dapat menjadi alternatif destinasi wisata budaya selama Wae Rebo ditutup.

Sebelum melakukan perjalanan, wisatawan juga diimbau untuk selalu memantau informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG.

1. Kampung Adat Ruteng Pu'u

Kampung Adat Ruteng Pu'u merupakan salah satu kampung tradisional tertua di Manggarai. Lokasinya berada di Kelurahan Golo Dukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Kampung ini berjarak sekitar 4 kilometer di sebelah barat Kota Ruteng dan dapat ditempuh menggunakan kendaraan bermotor.

Ruteng Pu'u dikenal sebagai destinasi wisata budaya yang masih mempertahankan arsitektur rumah adat khas Manggarai berbentuk kerucut. Selain menikmati keunikan bangunan tradisional, wisatawan juga dapat mengenal lebih dekat kehidupan dan budaya masyarakat setempat.

Baca juga: 8 Fakta Menarik Destinasi Wisata Kampung Adat Todo di Manggarai Flores

2. Kampung Adat Todo

Kampung Adat Todo berada di Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai. Kampung ini dikenal sebagai pusat Kerajaan Manggarai pada masa lampau sekaligus diyakini sebagai salah satu cikal bakal budaya yang melahirkan rumah adat Mbaru Niang di Wae Rebo.

Lokasinya dapat dijangkau melalui jalur darat dari Kota Ruteng maupun Labuan Bajo.

Daya tarik Kampung Todo terletak pada rumah-rumah adat berbentuk kerucut beratap ijuk yang memiliki kemiripan dengan Mbaru Niang di Wae Rebo. Di kawasan ini wisatawan juga dapat melihat Compang, yakni altar batu yang menjadi pusat pelaksanaan ritual adat, serta sejumlah peninggalan sejarah, termasuk meriam peninggalan Belanda.

Dengan masih ditutupnya Wae Rebo akibat cuaca buruk, kedua kampung adat tersebut dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati kekayaan budaya Manggarai tanpa harus melewati jalur trekking yang berisiko saat musim hujan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.