Dana Rp2,5 Triliun dari Kementan untuk Pemulihan Sawah dan Kebun
Muliadi Gani July 29, 2026 04:54 AM

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, mengapresiasi Kementerian Pertanian (Kementan) atas alokasi anggaran Rp 2,5 triliun untuk pemulihan lahan sawah dan kebun yang terdampak bencana hidrometeorologi 2025. 

“Saya berterima kasih kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dan saya harap dimanfaatkan secara maksimal untuk pemulihan sawah dan kebun,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi MH, di Banda Aceh, Senin (27/7/ 2026).

Mualem, menurut Nurlis, sudah menerima laporan pemanfaatan anggaran dan perkembangan pemulihan lahan sawah dan kebun terdampak bencana dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, pada Kamis (23/7/2026). 

Kepada Mualem, Azanuddin melaporkan bahwa peruntukan anggaran tersebut berawal dari usulan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Anggaran tersebut digunakan untuk pemulihan lahan, alat pertanian, benih padi, dan benih jagung.

Kepada Gubernur Aceh, Azanuddin juga melaporkan bencana hidrometeorologi merusak lahan sawah sekitar 57.485 hektare (ha).

Saat ini sedang berjalan optimasi lahan 40.852 ha.

Baca juga: Mulai Wartawan hingga MC Berebut Kursi Lurah di Gunungkidul, Ada 99 Bakal Calon Siap Bertarung

Baca juga: Pemerintah Alokasikan Rp58,973 Triliun untuk Rehab-Rekon Pascabencana di Aceh hingga 2028

Sedangkan lahan perkebunan yang terdampak seluas 60.438 ha, upaya pemulihan yang sedang dilakukan seluas 40.418 ha.

Mendapat laporan tersebut, Mualem berharap kesulitan petani dan pekebun di Aceh cepat pulih kondisinya.

“Gubernur berpesan agar Distanbun seluruh Aceh bekerja keras dan bangunkomunikasi dengan semua pihak.

Insyaallah, akan dimudahkan Allah semuanya,” pesan Mualem.

Mualem, kata Nurlis, menekankan pentingnya mengejar pemulihan lahan pertanian dan perkebunan.

“Sebab, penduduk Aceh sebagian besar bekerja sebagai petani dan pekebun.”

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, sekitar 38 persen hingga 41?ri total penduduk yang bekerja di Aceh menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.

Sektor ini menyumbang lebih 30 % Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh.

Pada acara Pengukuhan Pengurus DPW dan DPD Perhiptani Kabupaten/Kota SeAceh Masa Bakti 2025–2030 di Saree, Aceh Besar, Sabtu (25/7/2026), Mualem juga menyampaikan perhatiannya kepada sektor pertanian dan perkebunan.

“Pemerintah Aceh menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas pembangunan Aceh,” kata Mualem dalam sambutannya yang disampaikan Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Azanuddin Kurnia.

“Sektor pertanian menjadi penopang ketahanan pangan, penyedia lapangan kerja, sekaligus penggerak perekonomian Masyarakat,” ujarnya.

(Yarmen Dinamika)

Baca juga: Pemerintah Aceh Percepat Pemulihan 57 Ribu Hektare Lahan Pertanian Pascabencana

Baca juga: Pemerintah Kucur Dana Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Rp100,1 Triliun

Baca juga: Mahasiswa KKN USK Ajarkan Pengenalian Emosi Dasar Lewat Aktivitas Mewarnai pada Murid MIN 16 Pijay

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.